Langkah-langkah penting dalam metode ilmiah, yaitu:
Mengadakan Pengamatan
Pengamatan suatu percobaan dilakukan pada saat keadaan dapat dikendalikan agar diperoleh data yang sama jika percobaan diulang. Data yang diperoleh dapat berupa data kualitatif, yaitu data yang tidak dapat dinyatakan dalam angka dan data kuantitatif, yaitu data yang dapat ditampilkan dalam bentuk angka atau bilangan.
Merumuskan Hipotesis
Data yang diperoleh saat melakukan pengamatan, dipelajari fenomena yang terjadi secara utuh, untuk mengambil keputusan sementara disebut hipotesis. Merumuskan hipotesis memerlukan pengetahuan dan penalaran, karena harus didasarkan pada teori yang mendukung kegiatan percobaan tersebut.
Melakukan Pengujian Hipotesis
Kebenaran hipotesis dapat diketahui dengan melakukan percobaan di laboratorium. Data yang diperoleh mungkin sesuai dengan hipotesis atau tidak sesuai dengan hipotesis. Jika tidak sesuai, berarti kesalahan mungkin saja terjadi pada percobaan atau hipotesisnya.
Menarik Kesimpulan
Hipotesis yang teruji kebenarannya melalui percobaan yang dilakukan berulang kali, dapat dijadikan dasar untuk menyusun teori. Teori merupakan gabungan dari prinsip-prinsip yang tersusun dari beberapa hukum. Teori akan diuji secara terus menerus. Jika hipotesis tidak terbukti akan menjadi dasar terbentuknya teori baru dan mungkin dapat mengoreksi teori-teori sebelumnya.
Membuat Laporan
Laporan berguna untuk mendapatkan saran dan koreksi jika diperlukan. Selain itu, laporan dibuat agar ahli lain tidak melakukan hal yang sama karena akan menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya. Laporan ini biasanya diterbitkan dalam majalah ilmiah (jurnal).
Jadi, jawaban sesuai dengan uraian di atas.