Pertanyaan

Jika dalam urine yang dikeluarkan seseorang mengandung asam amino, maka gangguan pada nefron sangat mungkin terjadi pada bagian ....

Jika dalam urine yang dikeluarkan seseorang mengandung asam amino, maka gangguan pada nefron sangat mungkin terjadi pada bagian .... undefined

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

05

:

46

Klaim

N. Ahmad

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Jika dalam urine yang dikeluarkan seseorang mengandung asam amino, maka gangguan pada nefron sangat mungkin terjadi pada bagian tubulus kontortus proksimal . Urine primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke tubulus kontortus proksimal. Di dalamnya terjadi proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh ( tahap reabsorpsi). Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut ke dalam sel, kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal, sedangkan urea hanya sedikit yang diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi di tubuluskontortus proksimal ini disebut urine sekunder yang mengandung air, garam, urea (penimbul bau pada urine), dan urobilin (pemberi warna kuning pada urine). Dalam keadaan normal setelah melalui tubuluskontortus proksimal, filtrat yang dihasilkan sudah tidak mengandung asam amino lagi karena sudah diserap untuk digunakan kembali oleh tubuh, sehingga dapat disimpulkan bahwa jika pada urine yang dikeluarkan oleh seseorang masih mengandung asam amino, maka bagian nefron yang rusak atau mengalami gangguan adalah tubulus kontortus proksimal.

Jika dalam urine yang dikeluarkan seseorang mengandung asam amino, maka gangguan pada nefron sangat mungkin terjadi pada bagian tubulus kontortus proksimal. Urine primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke tubulus kontortus proksimal. Di dalamnya terjadi proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh (tahap reabsorpsi). Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut ke dalam sel, kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal, sedangkan urea hanya sedikit yang diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi di tubulus kontortus proksimal ini disebut urine sekunder yang mengandung air, garam, urea (penimbul bau pada urine), dan urobilin (pemberi warna kuning pada urine). Dalam keadaan normal setelah melalui tubulus kontortus proksimal, filtrat yang dihasilkan sudah tidak mengandung asam amino lagi karena sudah diserap untuk digunakan kembali oleh tubuh, sehingga dapat disimpulkan bahwa jika pada urine yang dikeluarkan oleh seseorang masih mengandung asam amino, maka bagian nefron yang rusak atau mengalami gangguan adalah tubulus kontortus proksimal.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

LEON D. AVINCI

Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️

Pertanyaan serupa

Tempat pembentukan urine sekunder berada di ....

1

2.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia