Jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas adalah D.
Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:
Pada 16 November 1918, anggota ISDV di Volksraad, Ch. G. Cramer memprakarsai terbentuknya koalisi di Volksraad antara partainya, Insulinde, Sarekat Islam (SI), dan Budi Utomo. Koalisi itu disebut Konsentrasi Radikal (Radicale Concentratie). Tugas koalisi itu adalah mempersiapkan diri menghadapi dampak-dampak perubahan yang dikabarkan sedang terjadi di Negeri Belanda saat itu. Pada 17 November, Gubernur Jenderal J.P. van Limburg Stirum menerima pesan dari A.W.F. Idenburg, menteri tanah jajahan waktu itu, bahwa kudeta itu tidak benar. Meskipun demikian, situasi politik yang semakin panas di Indonesia, termasuk di Volksraad, memaksa van Limburg Stirum berpidato di sidang Volksraad pada 18 November 1918. Dalam pidato itu, ia menjanjikan untuk mempercepat otonorni bagi Indonesia. Janji ini kemudian dikenal dengan Janji November (November Belofte). Untuk membuktikan kesungguhannya, pada 17 Desember 1918, gubernur jenderal menggagas terbentuknya suatu kornisi yang akan memberi nasihat kepada pemerintah mengenai perubahan struktur kenegaraan Hindia Belanda. Dilihat sekilas, ada jalan menuju kemerdekaan. Akan tetapi, dalam kenyataannya, janji itu tidak pernah terpenuhi. Alasannya, van Limburg Stirum mendapat kecaman dari pemerintah Belanda karena mengeluarkan janji tanpa persetujuan pemerintah pusat di Negeri Belanda. Hal ini kemudian mendorong mereka mengambil sikap radikal terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.