Pada kasus ini, benda berada dalam keadaan diam, baik di arah horizontal (sumbu x) maupun arah vertikal (sumbu y) sehingga
ΣFx = 0 N dan ΣFy = 0 N
Untuk mendapatkan nilai tegangan, kita perlu meninjau gaya resultan pada setiap arah satu-persatu.
Gaya-gaya di arah horizontal (sumbu x)
Pertama kita membuat aturan terlebih dahulu, yakni bahwa bila gaya mengarah ke kiri maka dia bernilai negatif, sementara bila mengarah ke kanan maka ia bernilai positif. Sehingga,
Σ F x − T 1 . cos 6 0 ∘ + T 2 . cos 3 0 ∘ T 1 . cos 6 0 ∘ T 1 ( 2 1 ) T 1 = = = = = 0 N 0 T 2 . cos 3 0 ∘ T 2 ( 2 1 3 ) T 2 3
Gaya-gaya di arah vertikal (sumbu y)
Selanjutnya, untuk menghitung resultan gaya di arah vertikal (sumbu y), kita juga perlu membuat aturan terlebih dahulu, yakni bahwa bila gaya mengarah ke bawah maka dia bernilai negatif, sementara bila mengarah ke atas maka ia bernilai positif. Sehingga,
Σ F y T 1 s in ( 6 0 ∘ ) + T 2 s in ( 3 0 ∘ ) − W T 1 ( 2 1 3 ) + T 2 ( 2 1 ) − 60 T 1 ( 2 1 3 ) + T 2 ( 2 1 ) T 1 ( 3 ) + T 2 = = = = = 0 N 0 0 60 120
Nilai T 2
Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2),
T 1 ( 3 ) + T 2 ( T 2 3 ) 3 + T 2 4 T 2 T 2 = = = = 120 120 120 30 N
Nilai T 1
Substitusikan hasi perhitungan T 2 = 30 N ke persamaan (1),
T 1 = = T 2 3 30 3 N
Dengan demikian, T 1 adalah 30 3 N dan T 2 adalah 30 N.
Pada kasus ini, benda berada dalam keadaan diam, baik di arah horizontal (sumbu x) maupun arah vertikal (sumbu y) sehingga
ΣFx = 0 N dan ΣFy = 0 N
Untuk mendapatkan nilai tegangan, kita perlu meninjau gaya resultan pada setiap arah satu-persatu.
Gaya-gaya di arah horizontal (sumbu x)
Pertama kita membuat aturan terlebih dahulu, yakni bahwa bila gaya mengarah ke kiri maka dia bernilai negatif, sementara bila mengarah ke kanan maka ia bernilai positif. Sehingga,
Selanjutnya, untuk menghitung resultan gaya di arah vertikal (sumbu y), kita juga perlu membuat aturan terlebih dahulu, yakni bahwa bila gaya mengarah ke bawah maka dia bernilai negatif, sementara bila mengarah ke atas maka ia bernilai positif. Sehingga,