Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit mengalami puncak kebesarannya. Untuk menjalankan politik Indonesianya, satu demi satu daerah-daerah yang belum bernaung di bawah panji kekuasaan Majapahit ditundukkan dan dipersatukan oleh Hayam Wuruk. Kerajaan Majaphit mencapai puncak kejayaan dengan memiliki wilayah yang sangat luas, seluas wilayah Indonesia sekarang bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara lain di Asia Tenggara. Ketika Hayam Wuruk naik tahta, telah ada sepuluh daerah yang harus mengakui kekuasaan Kerajaan Majapahit, yaitu Gurun (Lombok), Seram, dan wilayah kepulauan di sekitarnya yang menghasilkan rempah-rempah. Selanjutnya, Majapahit menguasai Tanjung Pura (Kalimantan), Pahang dan Tumasik (Singapura), dua wilayah ini berada di Semenanjung Melayu untuk memperkuat pertahanan di kawasan Asia Tenggara. Majapahit juga menguasai, Haru (Samudra Pasai/wilayah timur Sumatra Utara), Palembang (Sriwijaya), dan Dompo, daerah penghasil kayu cendana yang banyak di cari oleh pedagang India dan Tiongkok sebagai sarana untuk kegiatan ritual keagamaan. Selanjutnya, Bali yang emang sudah dikuasai juga oleh Kertanegara sebelumnya, yaitu pada masa kekuasaan Dinasti Warmadewa dan Sunda, setelah peristiwa Perang Bubat semakin memperluas wilayah kekuasaan Majapahit. Penaklukkan wilayah/daerah yang di lakukan oleh Majapahit sangat memperhitungkan potensi daerah yang dapat mendukung kepentingan perekonomian kerajaan. Kerajaan-kerajaan taklukan tersebut menghasilkan komoditas perdagangan yang memberikan banyak keuntungan bagi kerajaan.
Perluasan kekuasaan juga di lakukkan oleh Hayam Wuruk ke wilayah-wilayah Nusantara bagian timur, seperti Makassar, Sumba, Selayar, Ambin dan Timor. Dengan demikian, Majapahit berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara ditambah dengan semenanjung Malaya dan Temasik. Dalam masa pemerintahannya, Hayam Wuruk pun sering mengadakan perjalanan keliling daerah-daerah kekuasaannya yang dilakukan secara berkala. Pada masa ini bidang kesusastraan sangat maju. Kitab Nagarakretagama yang merupakan kitab sejarah tentang Singasari dan Majapahit berhasil dihimpun dalam tahun 1365 M oleh Prapanca. Sedangkan pujangga Tantular berhasil menggubah cerita Arjunawiwaha dan Sutasoma.
Berdasarkan penjelasan di atas maka jawaban yang tepat adalah D.