Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik pada sel elektrolisis. Reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Tiga ciri utama pada proses elektrolisis, yaitu:
- Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion-ion ini dapat memberikan atau menerima elektron sehingga elektron dapat mengalir melalui larutan.
- Ada sumber arus listrik dari luar, seperti baterai yang mengalirkan arus listrik searah (DC).
- Ada 2 elektrode dalam sel elektrolisis.
Karena digunakan elektroda platina (inert) maka elektroda tersebut tidak ikut bereaksi, sehingga reaksi yang terjadi pada masing-masing elektroda yaitu:
Katoda : X2+(aq)+2e−→X(s)Anoda : 2H2O(l)→4H+(aq)+4e−+O2(g)
Untuk menetralkan H+ yang terbentuk dibutuhkan 50 mL KOH 0,2 M. Netral artinya adalah, mol H+ sama dengan mol OH−.
mol OH−=50 mL×0,20 M=10 mmolmol OH−=mol H+10 mmol =mol H+
Ingat! jumlah mol elektron di katoda dan anoda sama. Berdasarkan reaksi di katoda kita bisa menentukan mol elektron dari perbandingan koefisien dengan H+.
mol e−=44×10 mmol=10 mmol (anoda)mol e− katoda=10 mmolmol X=21×10 mmol=5 mmol
Dari mol tersebut kita bisa menentukan massa atom relatif dari atom X menggunakan persamaan berikut:
Ar X=molmassaAr X=5×10−30,375Ar X=63,5 g/mol
Jadi, jawaban yang tepat adalah B