Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya meskipun ditambah sedikit asam, basa ataupun pengenceran.
NH3 (basa lemah) dan NH4Cl (asam konjugasi/garamnya) membentuk larutan penyangga basa. Jika ditambahkan HCl yang bersifat asam, maka akan bereaksi dengan komponen yang bersifat basa yaitu NH3.
Langkah pertama yaitu menentukan mol masing-masing senyawa.
n NH3 mula−mula === M×V 0,1 M×100 mL 10 mmol
n NH4Cl mula−mula === M×V 0,1 M×100 mL 10 mmol
10 mmolNH4Cl(aq)→10 mmolNH4+(aq)+Cl−(aq)
n NH4+ = 10 mmol
n HCl yang ditambahkan = M×V= 0,1 M×2 mL= 0,2 mmol
0,2 mmolHCl(aq)→0,2 mmolH+(aq)+Cl−(aq)
n H+ = 0,2 mmol
Langkah kedua yaitu menyusun campuran larutan setelah penambahan larutan HCl.

Langkah ketiga yaitu menentukan pH larutan.
Campuran larutan tetap bersifat penyangga basa, karena mengandung basa lemah (NH3) dan asam konjugasi (NH4+).
[OH−] pOH pH ========= Kb×mol asam konjugasimol basa lemah 10−5×10,2 mol9,8 mol 0,96×10−5 − log [OH−] − log 0,96×10−5 5 − log 0,96 14 − pOH 14 − (5 − log 0,96) 9 + log 0,96
Dengan demikian, pH larutan menjadi 9 + loh 0,96.
Jadi, jawaban yang tepat adalah E.