pH larutan setelah penambahan 10,0 ml NaOH 0,100 M adalah 2-log 4,3.
Titrasi adalah prosedur menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, larutan yang volumenya terukur direaksikan secara bertahap dengan larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar). Penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang diketahui kadarnya. Atau sebaliknya, penentuan kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi. Titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekivalen, yaitu keadaan saat asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Titik ekivalen umumnya dapat ditandai dengan perubahan warna dari indikator. Sementara itu, keadaan saat titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi.
Menghitung mol senyawa:
mol HCl=M×Vmol HCl=0,1 M×25 mLmol HCl=2,5 mmolmol NaOH=M×Vmol NaOH=0,1 M×10 mLmol NaOH=1 mmol
Persamaan reaksi:


Di akhir reaksi, HCI (asam kuat) masih bersisa maka sifat larutan asam. Kemudian dicari nilai pH:
[H+]=a×M asam[H+]=1×(25 +10)mL1,5 mmol[H+]=4,3×10−2MpH=−log [H+]pH=−log 4,3×10−2pH=2−log 4,3