Pertanyaan

Sejak Juli 1966, negara-negara kreditur nonkomunis melakukan penjadwalan kembali pembayaran utang luar negeri Indonesia. Pada tahun 1967, negara-negara kreditur tersebut secara bersamaan membentuk ...

Sejak Juli 1966, negara-negara kreditur nonkomunis melakukan penjadwalan kembali pembayaran utang luar negeri Indonesia. Pada tahun 1967, negara-negara kreditur tersebut secara bersamaan membentuk ...

  1. CGI

  2. Bank Dunia dan IMF

  3. IGGI

  4. Colombo Plan

  5. Marshall Plan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

57

:

12

Klaim

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

opsi jawaban benar adalah C.

opsi jawaban benar adalah C.

Pembahasan

Masa pemerintahan Suharto setelahberakhirnya kekuasaan pemerintahan di bawah Presiden Sukarno, dihadapkan pada kondisi yang serba tidak stabil, terutama dalam perekonomian. Masalah paling pelik adalah hiperinflasi yang mencapai 650 persen sehinggamenyebabkan melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok. Selain itu, warisan persoalan lain yang dihadapi pemerintahan awal Soeharto adalah beban hutang yang besar sementara ekspor melemah. Melihat situasi yang demikian, Suharto di awal-awal kekuasaanya melakukan tindakan rencana pemulihan ekonomi yang meliputi beberapa langkah: pemulihan stabilitas makroekonomi, penjadwalan utang luar negeri, dan membuka pintu bagi penanaman modal asing. Adapun cara yang terkait dengan utang luar negeriadalah terbentuknya IGGI (Intergovermental Group on Indonesia)pada tahun 1967 dengan anggotanya para negara-negara kreditur seperti Australia, Belgia, Britania Raya, dan lain-lain. Pembentukan IGGI didasari oleh beban neraca pembayaran luar negeri sebagai akibat utang warisan Orde Lamasehingga membuat Indonesia sulit memperoleh dukungan kreditor maupun pendonor. Dengan kondisi yang demikian, Suharto mengirimkan delegasi ke luar negeri (London dan Paris Club, sebagai kelompok informal kreditur di pentas internasional, guna membahas moratorium utang luar negeri Indonesia. Tujuannya satu, yakni mendapatkan pinjaman luar negeri untuk keberlangsungan pembangunan. Jadi, opsi jawaban benar adalah C.

Masa pemerintahan Suharto setelah berakhirnya kekuasaan pemerintahan di bawah Presiden Sukarno, dihadapkan pada kondisi yang serba tidak stabil, terutama dalam perekonomian. Masalah paling pelik adalah hiperinflasi yang mencapai 650 persen sehingga menyebabkan melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok. Selain itu, warisan persoalan lain yang dihadapi pemerintahan awal Soeharto adalah beban hutang yang besar sementara ekspor melemah. Melihat situasi yang demikian, Suharto di awal-awal kekuasaanya melakukan tindakan rencana pemulihan ekonomi yang meliputi beberapa langkah:

  • pemulihan stabilitas makroekonomi,
  • penjadwalan utang luar negeri, dan
  • membuka pintu bagi penanaman modal asing.

Adapun cara yang terkait dengan utang luar negeri adalah terbentuknya IGGI (Intergovermental Group on Indonesia) pada tahun 1967 dengan anggotanya para negara-negara kreditur seperti Australia, Belgia, Britania Raya, dan lain-lain. Pembentukan IGGI didasari oleh beban neraca pembayaran luar negeri sebagai akibat utang warisan Orde Lama sehingga membuat Indonesia sulit memperoleh dukungan kreditor maupun pendonor. Dengan kondisi yang demikian, Suharto mengirimkan delegasi ke luar negeri (London dan Paris Club, sebagai kelompok informal kreditur di pentas internasional, guna membahas moratorium utang luar negeri Indonesia. Tujuannya satu, yakni mendapatkan pinjaman luar negeri untuk keberlangsungan pembangunan. 

Jadi, opsi jawaban benar adalah C.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

MabaYUPI

Makasih ❤️

Angel lita safitri

Makasih ❤️

Pertanyaan serupa

Jelaskan alasan berakhirnya masa Orde Baru!

2

4.6

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia