Untuk mengubah sebuah cerpen ke dalam teks drama, hal pertama yang perlu dipahami adalah pengertian, ciri-ciri drama, dan tata cara pembuatan naskah drama.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
Ciri-ciri drama adalah:
- Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antartokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
- Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
- Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
- Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk menghidupkan suasana.
- Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton di mana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.
Salah satu ciri drama yang paling mendasar adalah disampaikan dalam bentuk dialog, hingga mengubah cerpen ke dalam naskah drama berarti mengubah prosa ke dalam bentuk dialog.
Cara mengubah cerpen atau novel menjadi sebuah naskah drama :
- Pahami dulu isi cerpen dengan baik
- Ubah peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya menjadi dialog
- Pilih peristiwa yang menarik dalam cerpen kemudian ubah menjadi dialog antar tokoh
Dengan demikian, teks cerpen di atas menjadi naskah drama adalah sebagai berikut:
Suasana di luar rumah hujan lebat, sesekali ayah mengintip di jendela untuk melihat ketinggian air.
Ayah: "bahaya ini jika hujan masih terus deras seperti ini sebentar lagi pasti air masuk ke dalam rumah."
Aku: (gelisah) "Bu, mari ku bantu memberes barang-barang."