Nabila S

06 Maret 2024 14:57

Nabila S

06 Maret 2024 14:57

Pertanyaan

3. Bagaimana solusi pemerataan pembangunan agar tidak menimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat?

3. Bagaimana solusi pemerataan pembangunan agar tidak menimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

19

:

00

Klaim

19

2

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

07 Maret 2024 07:05

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk mencegah timbulnya konflik dalam kehidupan masyarakat akibat ketidakpemerataan pembangunan, diperlukan pendekatan yang inklusif, berkelanjutan, dan memperhatikan kebutuhan semua lapisan masyarakat. Berikut beberapa solusi untuk mencapai pemerataan pembangunan:</p><p><strong>Keterlibatan Masyarakat:</strong> Melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan. Ini memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat menjadi fokus utama.</p><p><strong>Analisis Kecenderungan dan Ketidaksetaraan:</strong> Melakukan analisis menyeluruh terhadap kecenderungan dan ketidaksetaraan pembangunan di berbagai wilayah. Ini membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus.</p><p><strong>Penguatan Kapasitas Lokal:</strong> Meningkatkan kapasitas dan keterampilan lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan. Ini menciptakan peluang untuk pengembangan ekonomi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.</p><p><strong>Kebijakan Pemerintah yang Inklusif:</strong> Menerapkan kebijakan pemerintah yang inklusif, berkeadilan, dan memberdayakan. Hal ini termasuk redistribusi sumber daya, pendanaan yang setara, dan pelaksanaan program-program yang memprioritaskan daerah-daerah yang terpinggirkan.</p><p><strong>Pemberdayaan Ekonomi Lokal:</strong> Mendorong pengembangan ekonomi lokal, kewirausahaan, dan peluang pekerjaan di berbagai wilayah. Ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah.</p><p><strong>Infrastruktur dan Akses Layanan Dasar:</strong> Memastikan infrastruktur dan akses layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, merata di seluruh wilayah. Ini dapat mencakup pembangunan jalan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum lainnya.</p><p><strong>Dukungan pada Inovasi Lokal:</strong> Memberikan dukungan pada inovasi lokal dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah.</p><p><strong>Transparansi dan Akuntabilitas:</strong> Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pembangunan. Ini menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan.</p><p><strong>Pendidikan dan Pelatihan:</strong> Memberikan akses pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, memungkinkan mereka berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.</p><p><strong>Peran Media:</strong> Mendorong peran media dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta memantau pelaksanaan program pembangunan.</p>

Untuk mencegah timbulnya konflik dalam kehidupan masyarakat akibat ketidakpemerataan pembangunan, diperlukan pendekatan yang inklusif, berkelanjutan, dan memperhatikan kebutuhan semua lapisan masyarakat. Berikut beberapa solusi untuk mencapai pemerataan pembangunan:

Keterlibatan Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan. Ini memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat menjadi fokus utama.

Analisis Kecenderungan dan Ketidaksetaraan: Melakukan analisis menyeluruh terhadap kecenderungan dan ketidaksetaraan pembangunan di berbagai wilayah. Ini membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus.

Penguatan Kapasitas Lokal: Meningkatkan kapasitas dan keterampilan lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan. Ini menciptakan peluang untuk pengembangan ekonomi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

Kebijakan Pemerintah yang Inklusif: Menerapkan kebijakan pemerintah yang inklusif, berkeadilan, dan memberdayakan. Hal ini termasuk redistribusi sumber daya, pendanaan yang setara, dan pelaksanaan program-program yang memprioritaskan daerah-daerah yang terpinggirkan.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mendorong pengembangan ekonomi lokal, kewirausahaan, dan peluang pekerjaan di berbagai wilayah. Ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah.

Infrastruktur dan Akses Layanan Dasar: Memastikan infrastruktur dan akses layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, merata di seluruh wilayah. Ini dapat mencakup pembangunan jalan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum lainnya.

Dukungan pada Inovasi Lokal: Memberikan dukungan pada inovasi lokal dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah.

Transparansi dan Akuntabilitas: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pembangunan. Ini menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan.

Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan akses pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, memungkinkan mereka berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Peran Media: Mendorong peran media dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta memantau pelaksanaan program pembangunan.


Salsabila M

Community

09 Maret 2024 01:04

Jawaban terverifikasi

<p><br>Pemerataan pembangunan adalah suatu upaya untuk mendistribusikan pembangunan secara merata di seluruh wilayah, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Untuk menghindari potensi konflik yang mungkin timbul akibat ketidaksetaraan pembangunan, perlu diterapkan solusi-solusi yang mempromosikan keadilan, partisipasi, dan pembangunan yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:</p><p><strong>1. Partisipasi Masyarakat:</strong></p><ul><li><strong>Konsultasi dan Keterlibatan:</strong> Melibatkan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, mengidentifikasi kebutuhan mereka, dan memberikan mereka peran dalam mengambil keputusan. Partisipasi ini dapat menciptakan rasa kepemilikan dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan setempat.</li></ul><p><strong>2. Pemberdayaan Ekonomi:</strong></p><ul><li><strong>Pengembangan Ekonomi Lokal:</strong> Fokus pada pengembangan ekonomi lokal dengan mendorong peluang usaha, pelatihan keterampilan, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah. Hal ini dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.</li></ul><p><strong>3. Infrastruktur yang Merata:</strong></p><ul><li><strong>Pembangunan Infrastruktur yang Adil:</strong> Memastikan distribusi infrastruktur yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil. Ini mencakup jalan, listrik, air bersih, dan akses ke layanan dasar lainnya.</li></ul><p><strong>4. Pendidikan dan Kesehatan yang Merata:</strong></p><ul><li><strong>Pendidikan Berkualitas:</strong> Memberikan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah, termasuk pengembangan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.</li><li><strong>Pelayanan Kesehatan yang Merata:</strong> Menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan dan akses layanan kesehatan yang merata untuk semua lapisan masyarakat.</li></ul><p><strong>5. Kebijakan Redistribusi:</strong></p><ul><li><strong>Penggunaan Kebijakan Fiskal:</strong> Menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung redistribusi kekayaan dan pendapatan. Ini dapat mencakup pajak yang adil dan alokasi anggaran yang memprioritaskan daerah-daerah yang kurang berkembang.</li></ul><p><strong>6. Pengembangan Sumber Daya Manusia:</strong></p><ul><li><strong>Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan:</strong> Investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan menciptakan kesempatan bagi masyarakat setempat.</li></ul><p><strong>7. Keterlibatan Sektor Swasta:</strong></p><ul><li><strong>Kemitraan dengan Sektor Swasta:</strong> Membangun kemitraan dengan sektor swasta untuk mendukung investasi dan pengembangan di daerah-daerah yang kurang berkembang. Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</li></ul><p><strong>8. Monitoring dan Evaluasi:</strong></p><ul><li><strong>Sistem Pemantauan dan Evaluasi:</strong> Mendirikan sistem pemantauan dan evaluasi yang efektif untuk memastikan bahwa pembangunan berlangsung merata dan memenuhi tujuan keadilan.</li></ul><p><strong>9. Kesetaraan Gender:</strong></p><ul><li><strong>Pemberdayaan Perempuan:</strong> Memperhatikan kesetaraan gender dalam pembangunan untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang setara dan peran yang setara dalam pengambilan keputusan.</li></ul><p>Penerapan solusi-solusi ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pemerintah perlu berkomitmen untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan adil, sementara masyarakat perlu terlibat aktif dalam proses pembangunan di wilayah mereka. Dengan pendekatan holistik dan berkelanjutan, pemerataan pembangunan dapat tercapai tanpa menimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Pemerataan pembangunan adalah suatu upaya untuk mendistribusikan pembangunan secara merata di seluruh wilayah, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Untuk menghindari potensi konflik yang mungkin timbul akibat ketidaksetaraan pembangunan, perlu diterapkan solusi-solusi yang mempromosikan keadilan, partisipasi, dan pembangunan yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:

1. Partisipasi Masyarakat:

  • Konsultasi dan Keterlibatan: Melibatkan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, mengidentifikasi kebutuhan mereka, dan memberikan mereka peran dalam mengambil keputusan. Partisipasi ini dapat menciptakan rasa kepemilikan dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan setempat.

2. Pemberdayaan Ekonomi:

  • Pengembangan Ekonomi Lokal: Fokus pada pengembangan ekonomi lokal dengan mendorong peluang usaha, pelatihan keterampilan, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah. Hal ini dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

3. Infrastruktur yang Merata:

  • Pembangunan Infrastruktur yang Adil: Memastikan distribusi infrastruktur yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil. Ini mencakup jalan, listrik, air bersih, dan akses ke layanan dasar lainnya.

4. Pendidikan dan Kesehatan yang Merata:

  • Pendidikan Berkualitas: Memberikan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah, termasuk pengembangan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.
  • Pelayanan Kesehatan yang Merata: Menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan dan akses layanan kesehatan yang merata untuk semua lapisan masyarakat.

5. Kebijakan Redistribusi:

  • Penggunaan Kebijakan Fiskal: Menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung redistribusi kekayaan dan pendapatan. Ini dapat mencakup pajak yang adil dan alokasi anggaran yang memprioritaskan daerah-daerah yang kurang berkembang.

6. Pengembangan Sumber Daya Manusia:

  • Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan: Investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan menciptakan kesempatan bagi masyarakat setempat.

7. Keterlibatan Sektor Swasta:

  • Kemitraan dengan Sektor Swasta: Membangun kemitraan dengan sektor swasta untuk mendukung investasi dan pengembangan di daerah-daerah yang kurang berkembang. Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

8. Monitoring dan Evaluasi:

  • Sistem Pemantauan dan Evaluasi: Mendirikan sistem pemantauan dan evaluasi yang efektif untuk memastikan bahwa pembangunan berlangsung merata dan memenuhi tujuan keadilan.

9. Kesetaraan Gender:

  • Pemberdayaan Perempuan: Memperhatikan kesetaraan gender dalam pembangunan untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang setara dan peran yang setara dalam pengambilan keputusan.

Penerapan solusi-solusi ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pemerintah perlu berkomitmen untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan adil, sementara masyarakat perlu terlibat aktif dalam proses pembangunan di wilayah mereka. Dengan pendekatan holistik dan berkelanjutan, pemerataan pembangunan dapat tercapai tanpa menimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

33

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi