Olivia P

21 September 2024 13:02

Olivia P

21 September 2024 13:02

Pertanyaan

apa kebijakan dan strategi yg perlu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan yg dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia

apa kebijakan dan strategi yg perlu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan yg dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

11

:

44

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Aquata A

21 September 2024 16:40

Jawaban terverifikasi

Untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia, beberapa kebijakan dan strategi yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan Berkualitas - Kebijakan: Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. - Strategi: Investasi dalam pelatihan guru, kurikulum yang relevan, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 2. Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan - Kebijakan: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. - Strategi: Mendukung UMKM melalui pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran produk lokal, serta pengembangan sektor hijau. 3. Infrastruktur yang Memadai - Kebijakan: Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. - Strategi: Fokus pada pembangunan transportasi, energi, dan teknologi informasi yang dapat menghubungkan daerah terpencil dengan pusat ekonomi. 4. Peningkatan Kesehatan Masyarakat - Kebijakan: Memperkuat sistem kesehatan dan akses layanan kesehatan. - Strategi: Program kesehatan preventif, peningkatan fasilitas kesehatan, dan pelatihan tenaga medis. 5. Penguatan Identitas dan Budaya Nasional - Kebijakan: Memperkuat rasa kebangsaan dan kesatuan dalam keragaman. - Strategi: Program promosi budaya lokal, pendidikan tentang sejarah dan nilai-nilai Pancasila, serta kampanye toleransi. 6. Pemberdayaan Masyarakat - Kebijakan: Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. - Strategi: Program pemberdayaan melalui organisasi masyarakat sipil dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas individu dan komunitas. 7. Penegakan Hukum dan Anti-Korupsi - Kebijakan: Memperkuat sistem hukum dan menanggulangi korupsi. - Strategi: Peningkatan transparansi pemerintahan, penguatan lembaga anti-korupsi, dan edukasi publik mengenai pentingnya integritas. 8. Inovasi dan Teknologi - Kebijakan: Mendorong riset dan pengembangan (R&D) dalam teknologi. - Strategi: Kerjasama antara pemerintah, universitas, dan industri untuk menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan daya saing. 9. Kebijakan Lingkungan Hidup - Kebijakan: Perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. - Strategi: Implementasi kebijakan ramah lingkungan, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. 10. Diplomasi dan Kerja Sama Internasional - Kebijakan: Memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. - Strategi: Meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya dengan negara lain serta aktif dalam organisasi internasional. Dengan melaksanakan kebijakan dan strategi tersebut, Indonesia dapat memaksimalkan kekuatan yang dimiliki dan mengatasi berbagai kelemahan, sehingga mampu mencapai kemajuan yang lebih baik dalam berbagai aspek.


Rendi R

Community

23 Oktober 2024 01:26

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia, diperlukan kebijakan dan strategi yang komprehensif, menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut adalah beberapa kebijakan dan strategi yang dapat dilakukan:</p><p>1. <strong>Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Investasi besar-besaran pada pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Reformasi kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan industri dan teknologi terkini.</li><li>Penyediaan beasiswa dan program pelatihan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan khusus di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).</li><li>Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah terpencil untuk mengurangi kesenjangan kualitas SDM antar wilayah.</li></ul></li></ul><p>2. <strong>Peningkatan Infrastruktur</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Pembangunan infrastruktur yang merata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Melanjutkan program pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jaringan internet ke seluruh wilayah, terutama di Indonesia timur.</li><li>Peningkatan akses energi dan air bersih di daerah-daerah yang belum terjangkau secara optimal.</li></ul></li></ul><p>3. <strong>Penguatan Ekonomi dan Kemandirian Industri</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Diversifikasi ekonomi dan pengurangan ketergantungan pada sektor komoditas.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Mengembangkan industri manufaktur dan ekonomi kreatif sebagai pilar baru ekonomi nasional.</li><li>Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan dan teknologi.</li><li>Meningkatkan kemampuan inovasi dalam negeri dengan memfasilitasi riset dan pengembangan (R&amp;D) di berbagai sektor.</li></ul></li></ul><p>4. <strong>Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam birokrasi serta pemerintahan.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Digitalisasi pelayanan publik untuk mengurangi praktik korupsi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.</li><li>Penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran oleh pejabat publik dan korupsi.</li><li>Meningkatkan kapabilitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendidikan dan pelatihan profesional yang berkelanjutan.</li></ul></li></ul><p>5. <strong>Penguatan Ketahanan Nasional</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Memperkuat pertahanan dan keamanan dalam negeri untuk menghadapi ancaman eksternal dan internal.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan kapabilitas personel TNI dan Polri.</li><li>Meningkatkan kerja sama internasional dalam keamanan maritim dan siber.</li><li>Penguatan diplomasi pertahanan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.</li></ul></li></ul><p>6. <strong>Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Mendorong penerapan kebijakan ekonomi hijau untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.</li><li>Penguatan regulasi dalam eksploitasi sumber daya alam, serta mendorong industri energi terbarukan (seperti energi surya dan angin).</li><li>Pengelolaan hutan dan laut secara lebih berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem.</li></ul></li></ul><p>7. <strong>Penguatan Identitas dan Karakter Bangsa</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Membangun identitas nasional yang kuat dengan tetap menghargai keberagaman.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter sejak dini.</li><li>Mendorong budaya gotong royong dan solidaritas antarwarga negara.</li><li>Melawan paham radikalisme dan separatisme dengan pendekatan dialog dan inklusi sosial.</li></ul></li></ul><p>8. <strong>Peningkatan Kualitas Kesehatan</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Penguatan sistem kesehatan nasional yang mampu merespons tantangan kesehatan publik.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil melalui distribusi tenaga medis yang merata.</li><li>Meningkatkan program vaksinasi dan kesehatan ibu-anak untuk menurunkan angka kematian.</li><li>Membangun fasilitas kesehatan yang modern dan efisien dengan dukungan teknologi.</li></ul></li></ul><p>9. <strong>Penguatan Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Memperkuat sistem demokrasi yang adil dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Menguatkan lembaga-lembaga demokrasi seperti KPU dan Bawaslu agar lebih independen dan profesional dalam menyelenggarakan pemilu.</li><li>Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi politik yang sehat.</li><li>Penegakan HAM yang adil dengan pemberian sanksi bagi pelanggar HAM serta perlindungan terhadap kelompok-kelompok rentan.</li></ul></li></ul><p>10. <strong>Peningkatan Kerjasama Internasional</strong></p><ul><li><strong>Kebijakan:</strong> Memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui diplomasi aktif dan kerja sama internasional.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Memanfaatkan keanggotaan Indonesia di forum internasional (seperti ASEAN, G20, PBB) untuk mendorong kepentingan nasional.</li><li>Meningkatkan hubungan bilateral dan multilateral dengan negara-negara strategis untuk perdagangan, pertahanan, dan investasi.</li></ul></li></ul><p>Kesimpulan</p><p>Dengan mengadopsi kebijakan-kebijakan di atas, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang mandiri, maju, dan berdaya saing di dunia internasional. Strategi-strategi ini juga dapat membantu mengurangi kelemahan yang masih ada, seperti ketimpangan ekonomi, kelemahan birokrasi, serta tantangan dalam menjaga persatuan dan keamanan nasional.</p><p>&nbsp;</p>

Untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia, diperlukan kebijakan dan strategi yang komprehensif, menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut adalah beberapa kebijakan dan strategi yang dapat dilakukan:

1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)

  • Kebijakan: Investasi besar-besaran pada pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
  • Strategi:
    • Reformasi kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan industri dan teknologi terkini.
    • Penyediaan beasiswa dan program pelatihan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan khusus di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
    • Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah terpencil untuk mengurangi kesenjangan kualitas SDM antar wilayah.

2. Peningkatan Infrastruktur

  • Kebijakan: Pembangunan infrastruktur yang merata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.
  • Strategi:
    • Melanjutkan program pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jaringan internet ke seluruh wilayah, terutama di Indonesia timur.
    • Peningkatan akses energi dan air bersih di daerah-daerah yang belum terjangkau secara optimal.

3. Penguatan Ekonomi dan Kemandirian Industri

  • Kebijakan: Diversifikasi ekonomi dan pengurangan ketergantungan pada sektor komoditas.
  • Strategi:
    • Mengembangkan industri manufaktur dan ekonomi kreatif sebagai pilar baru ekonomi nasional.
    • Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan dan teknologi.
    • Meningkatkan kemampuan inovasi dalam negeri dengan memfasilitasi riset dan pengembangan (R&D) di berbagai sektor.

4. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan

  • Kebijakan: Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam birokrasi serta pemerintahan.
  • Strategi:
    • Digitalisasi pelayanan publik untuk mengurangi praktik korupsi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
    • Penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran oleh pejabat publik dan korupsi.
    • Meningkatkan kapabilitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendidikan dan pelatihan profesional yang berkelanjutan.

5. Penguatan Ketahanan Nasional

  • Kebijakan: Memperkuat pertahanan dan keamanan dalam negeri untuk menghadapi ancaman eksternal dan internal.
  • Strategi:
    • Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan kapabilitas personel TNI dan Polri.
    • Meningkatkan kerja sama internasional dalam keamanan maritim dan siber.
    • Penguatan diplomasi pertahanan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.

6. Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan

  • Kebijakan: Pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  • Strategi:
    • Mendorong penerapan kebijakan ekonomi hijau untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
    • Penguatan regulasi dalam eksploitasi sumber daya alam, serta mendorong industri energi terbarukan (seperti energi surya dan angin).
    • Pengelolaan hutan dan laut secara lebih berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem.

7. Penguatan Identitas dan Karakter Bangsa

  • Kebijakan: Membangun identitas nasional yang kuat dengan tetap menghargai keberagaman.
  • Strategi:
    • Memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter sejak dini.
    • Mendorong budaya gotong royong dan solidaritas antarwarga negara.
    • Melawan paham radikalisme dan separatisme dengan pendekatan dialog dan inklusi sosial.

8. Peningkatan Kualitas Kesehatan

  • Kebijakan: Penguatan sistem kesehatan nasional yang mampu merespons tantangan kesehatan publik.
  • Strategi:
    • Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil melalui distribusi tenaga medis yang merata.
    • Meningkatkan program vaksinasi dan kesehatan ibu-anak untuk menurunkan angka kematian.
    • Membangun fasilitas kesehatan yang modern dan efisien dengan dukungan teknologi.

9. Penguatan Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia

  • Kebijakan: Memperkuat sistem demokrasi yang adil dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
  • Strategi:
    • Menguatkan lembaga-lembaga demokrasi seperti KPU dan Bawaslu agar lebih independen dan profesional dalam menyelenggarakan pemilu.
    • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi politik yang sehat.
    • Penegakan HAM yang adil dengan pemberian sanksi bagi pelanggar HAM serta perlindungan terhadap kelompok-kelompok rentan.

10. Peningkatan Kerjasama Internasional

  • Kebijakan: Memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui diplomasi aktif dan kerja sama internasional.
  • Strategi:
    • Memanfaatkan keanggotaan Indonesia di forum internasional (seperti ASEAN, G20, PBB) untuk mendorong kepentingan nasional.
    • Meningkatkan hubungan bilateral dan multilateral dengan negara-negara strategis untuk perdagangan, pertahanan, dan investasi.

Kesimpulan

Dengan mengadopsi kebijakan-kebijakan di atas, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang mandiri, maju, dan berdaya saing di dunia internasional. Strategi-strategi ini juga dapat membantu mengurangi kelemahan yang masih ada, seperti ketimpangan ekonomi, kelemahan birokrasi, serta tantangan dalam menjaga persatuan dan keamanan nasional.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

A. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah kerajaan …. a. Sriwijaya b. Singasari c. Kutai d. Majapahit 2. Prasasti Batu Bertulis, Prasasti Tugu dan Prasasti Kebon Kopi adalah peninggalan kerajaan …. a. Majapahit b. Demak c. Tarumanegara d. Gowa-Tallo 3. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan …. a. Hayam Wuruk b. Sultan Agung c. Sultan Ageng Tirtayasa d. Sultan Hasanudin 4. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah …. a. Aceh b. Demak c. Gowa-Tallo d. Samudra Pasai 5. Berikut adalah peninggalan kerajaan Islam, kecuali … a. Masjid Demak b. Menara Kudus c. Candi Borobudur d. Pondok Pesantren 6. Kerajaan Majapahit dikenal dengan kerajaan yang mempunyai …. a. Permaisuri yang cantik-cantik b. Angkatan darat yang banyak c. Raja-raja yang bijak d. Kekuatan maritim yang besar 7. Berikut ini yang bukan termasuk kenampakan alam adalah …. a. Sungai b. Pelabuhan c. Danau d. Gunung 8. Daratan yang menjorok ke laut dinamakan …. a. Lembah b. Teluk c. Selat d. Tanjung 9. Wilayah Indonesia dibagi menjadi …. waktu. a. 3 bagian b. 4 bagian c. 2 bagian d. 1 bagian 10. Dataran tinggi Dieng terdapat di Provinsi …. a. Jawa Tengah b. Jawa timur c. Jawa barat d. Banten 11. Kota Semarang, Palembang dan Padang termasuk wilayah Indonesia dengan pembagian waktu … a. WITA b. WIB c. WIT d. WIS 12. Keanekaragaman suku-suku bangsa Indonesia antara lain dipengaruhi oleh …. a. Perbedaan kondisi lingkungan yang ditempati b. Persamaan lingkungan pulau yang ditempati c. Banyaknya gunung berapi di Indonesia d. Perbedaan jenis iklim antar pulau di Indonesia 13. Suku Asmat, Bintuni dan Sentani berasal dari pulau …. a. Kalimantan b. Sumatra c. Papua d. Jawa 14. Upacara pembakaran jenazah di Bali dikenal dengan nama …. a. Wiwit b. Legong c. Ngaben d. Kecak 15. Berikut adalah suku-suku yang ada di pulau Jawa, kecuali …. a. Jawa b. Sunda c. Toraja d. Tengger 16. Alat musik berikut ini yang berasal dari daerah Nusa Tenggara adalah …. a. Bonang b. Sasando c. Popondi d. Rebab 17. Berikut ini adalah contoh pakaian adat yang benar sesuai daerah asalnya adalah …. a. Ulos dari Jawa Barat b. Baju Kurung dari Sumatra Barat c. Beskap dari Sumatra Utara d. Kebaya dari Kalimantan Selatan 18. Berikut yang tidak termasuk kebudayaan daerah Indonesia adalah …. a. Tarian daerah b. Lagu daerah c. Bahasa daerah d. Tanah daerah 19. Orang yang menggunakan jasa atau barang disebut …. a. produsen b. Distributor c. Konsumen d. Penyalur 20. Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang, yaitu …. a. Usaha angkutan b. Usaha tukang cukur c. Usaha pelayanan kesehatan d. Usaha membuat makanan

9

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

10

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi