Diva M

11 September 2024 08:11

Diva M

11 September 2024 08:11

Pertanyaan

apakah tantangan utama yang dihadapi oleh BPUPKI dalam menyusun dasar negara Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

20

:

30

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Hanna H

12 September 2024 06:51

Jawaban terverifikasi

<p>Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dihadapkan pada berbagai tantangan utama dalam menyusun dasar negara Indonesia. Berikut adalah beberapa tantangan tersebut:</p><p>### 1. **Keragaman Sosial dan Budaya**<br>&nbsp; - Indonesia memiliki beragam suku, agama, dan budaya, yang membuat penyusunan dasar negara menjadi kompleks. BPUPKI harus mempertimbangkan kepentingan dan aspirasi berbagai kelompok masyarakat agar semua merasa terwakili dan dihargai.</p><p>### 2. **Perbedaan Pandangan Ideologis**<br>&nbsp; - Anggota BPUPKI memiliki pandangan yang berbeda terkait ideologi dan prinsip dasar negara. Beberapa anggota mengusulkan paham Islam, sementara yang lain lebih mendukung paham nasionalis atau sosialis. Menyatukan berbagai pandangan ini menjadi tantangan tersendiri.</p><p>### 3. **Pengaruh Kolonialisme**<br>&nbsp; - BPUPKI beroperasi dalam konteks yang dipengaruhi oleh penjajahan Belanda dan sistem pemerintahan yang kolonial. Membangun fondasi yang kuat dan merdeka dari pengaruh kolonial adalah tantangan besar bagi BPUPKI.</p><p>### 4. **Keterbatasan Waktu**<br>&nbsp; - BPUPKI memiliki waktu yang terbatas untuk menyusun dasar negara. Dengan situasi yang mendesak menjelang proklamasi kemerdekaan, mereka harus bekerja cepat untuk mencapai kesepakatan dan menyusun dokumen yang akan menjadi landasan negara.</p><p>### 5. **Konsensus dan Negosiasi**<br>&nbsp; - Mencapai konsensus di antara anggota BPUPKI adalah tantangan yang signifikan. Proses negosiasi dan diskusi yang konstruktif diperlukan untuk mencapai kesepakatan, namun terkadang dapat terhambat oleh perbedaan pendapat.</p><p>### 6. **Keterbatasan Pengalaman dalam Pemerintahan**<br>&nbsp; - Anggota BPUPKI sebagian besar adalah tokoh yang baru terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan. Keterbatasan pengalaman ini dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan penyusunan dasar negara yang efektif.</p><p>### 7. **Resistensi dari Pihak Lain**<br>&nbsp; - BPUPKI juga menghadapi resistensi dari kelompok atau individu yang tidak setuju dengan proses dan keputusan yang diambil. Ketegangan politik di dalam dan luar BPUPKI dapat mempengaruhi kelancaran proses penyusunan.</p><p>### Kesimpulan<br>Meskipun BPUPKI menghadapi berbagai tantangan dalam menyusun dasar negara Indonesia, mereka berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang mengakomodasi keberagaman dan aspirasi masyarakat. Pancasila kemudian menjadi landasan filosofis dan ideologis bagi negara Indonesia yang merdeka.</p>

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dihadapkan pada berbagai tantangan utama dalam menyusun dasar negara Indonesia. Berikut adalah beberapa tantangan tersebut:

### 1. **Keragaman Sosial dan Budaya**
  - Indonesia memiliki beragam suku, agama, dan budaya, yang membuat penyusunan dasar negara menjadi kompleks. BPUPKI harus mempertimbangkan kepentingan dan aspirasi berbagai kelompok masyarakat agar semua merasa terwakili dan dihargai.

### 2. **Perbedaan Pandangan Ideologis**
  - Anggota BPUPKI memiliki pandangan yang berbeda terkait ideologi dan prinsip dasar negara. Beberapa anggota mengusulkan paham Islam, sementara yang lain lebih mendukung paham nasionalis atau sosialis. Menyatukan berbagai pandangan ini menjadi tantangan tersendiri.

### 3. **Pengaruh Kolonialisme**
  - BPUPKI beroperasi dalam konteks yang dipengaruhi oleh penjajahan Belanda dan sistem pemerintahan yang kolonial. Membangun fondasi yang kuat dan merdeka dari pengaruh kolonial adalah tantangan besar bagi BPUPKI.

### 4. **Keterbatasan Waktu**
  - BPUPKI memiliki waktu yang terbatas untuk menyusun dasar negara. Dengan situasi yang mendesak menjelang proklamasi kemerdekaan, mereka harus bekerja cepat untuk mencapai kesepakatan dan menyusun dokumen yang akan menjadi landasan negara.

### 5. **Konsensus dan Negosiasi**
  - Mencapai konsensus di antara anggota BPUPKI adalah tantangan yang signifikan. Proses negosiasi dan diskusi yang konstruktif diperlukan untuk mencapai kesepakatan, namun terkadang dapat terhambat oleh perbedaan pendapat.

### 6. **Keterbatasan Pengalaman dalam Pemerintahan**
  - Anggota BPUPKI sebagian besar adalah tokoh yang baru terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan. Keterbatasan pengalaman ini dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan penyusunan dasar negara yang efektif.

### 7. **Resistensi dari Pihak Lain**
  - BPUPKI juga menghadapi resistensi dari kelompok atau individu yang tidak setuju dengan proses dan keputusan yang diambil. Ketegangan politik di dalam dan luar BPUPKI dapat mempengaruhi kelancaran proses penyusunan.

### Kesimpulan
Meskipun BPUPKI menghadapi berbagai tantangan dalam menyusun dasar negara Indonesia, mereka berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang mengakomodasi keberagaman dan aspirasi masyarakat. Pancasila kemudian menjadi landasan filosofis dan ideologis bagi negara Indonesia yang merdeka.


Rendi R

Community

21 September 2024 23:45

Jawaban terverifikasi

<p>BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menghadapi beberapa tantangan utama dalam menyusun dasar negara Indonesia. Berikut adalah beberapa tantangan tersebut:</p><p>1. <strong>Perbedaan Pandangan tentang Dasar Negara</strong></p><ul><li>Salah satu tantangan terbesar adalah <strong>perbedaan pandangan ideologis</strong> di antara anggota BPUPKI mengenai dasar negara. Ada dua pandangan utama yang mendominasi diskusi:<ul><li><strong>Kelompok Nasionalis Sekuler</strong>, yang ingin negara dibangun di atas dasar kebangsaan dan tidak terikat pada agama tertentu.</li><li><strong>Kelompok Agamis</strong>, terutama dari kalangan Islam, yang menginginkan Islam menjadi dasar negara atau setidaknya menjadikan hukum Islam bagian dari sistem pemerintahan Indonesia.</li></ul></li><li>Perdebatan ini berlangsung sangat intens, terutama terkait dengan penempatan agama dalam konstitusi dan hukum negara.</li></ul><p>2. <strong>Perbedaan Kultural dan Etnis</strong></p><ul><li>Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda. Tantangan bagi BPUPKI adalah bagaimana menyusun dasar negara yang bisa <strong>mengakomodasi keberagaman ini</strong> dan menjadi landasan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.</li><li>Misalnya, daerah-daerah seperti Bali dengan mayoritas Hindu atau Papua yang memiliki budaya lokal yang sangat berbeda, perlu dirangkul dalam kesepakatan nasional.</li></ul><p>3. <strong>Penjajahan dan Tekanan dari Jepang</strong></p><ul><li>Pada masa BPUPKI bekerja, Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang. Meskipun Jepang memberi ruang bagi BPUPKI untuk menyusun dasar negara, ada tekanan tersirat dari Jepang yang ingin memastikan bahwa dasar negara Indonesia yang disusun tidak akan bertentangan dengan kepentingan mereka.</li><li>Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan bahwa proses penyusunan dasar negara tetap murni demi kepentingan bangsa Indonesia tanpa campur tangan pihak penjajah.</li></ul><p>4. <strong>Kekhawatiran akan Perpecahan</strong></p><ul><li>Diskusi di BPUPKI juga diwarnai oleh kekhawatiran bahwa perdebatan yang berkepanjangan terkait ideologi dan agama bisa menyebabkan <strong>perpecahan internal</strong>. Beberapa tokoh nasionalis khawatir bahwa perbedaan pandangan yang terlalu tajam bisa memecah bangsa yang baru akan merdeka, sehingga diperlukan kompromi yang kuat untuk menjaga persatuan.</li></ul><p>5. <strong>Menjaga Keseimbangan antara Prinsip-Prinsip Modern dan Nilai Tradisional</strong></p><ul><li>Tantangan lain adalah bagaimana BPUPKI bisa mengakomodasi <strong>prinsip-prinsip modern</strong> seperti demokrasi, hak asasi manusia, dan kemajuan ekonomi, sekaligus tetap mempertahankan <strong>nilai-nilai tradisional</strong> dan adat istiadat yang sudah ada di berbagai daerah di Indonesia.</li></ul><p>6. <strong>Kesepakatan tentang Bentuk Negara</strong></p><ul><li>Salah satu isu besar yang diperdebatkan adalah tentang <strong>bentuk negara</strong>. Ada perdebatan apakah Indonesia akan menjadi negara kesatuan atau federal, serta bagaimana pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah. Pemilihan bentuk negara kesatuan akhirnya menjadi kesepakatan, namun membutuhkan proses diskusi yang panjang.</li></ul><p>7. <strong>Mengakomodasi Nilai-Nilai Islam dan Kebangsaan</strong></p><ul><li>Rumusan awal Piagam Jakarta yang memuat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” sempat disepakati, namun kemudian menimbulkan perdebatan karena dinilai tidak inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia yang beragam. Perubahan ini terjadi setelah perdebatan panjang hingga akhirnya menghasilkan <strong>Pancasila</strong> sebagai dasar negara, yang lebih netral dan bisa diterima oleh seluruh kalangan.</li></ul><p>Kesimpulan</p><p>Tantangan utama BPUPKI dalam menyusun dasar negara Indonesia adalah bagaimana mencapai konsensus di tengah perbedaan ideologis, kultural, dan agama, serta menjaga persatuan bangsa yang baru merdeka. Melalui diskusi, kompromi, dan dialog intens, akhirnya lahir Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi solusi atas berbagai perbedaan tersebut.</p>

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menghadapi beberapa tantangan utama dalam menyusun dasar negara Indonesia. Berikut adalah beberapa tantangan tersebut:

1. Perbedaan Pandangan tentang Dasar Negara

  • Salah satu tantangan terbesar adalah perbedaan pandangan ideologis di antara anggota BPUPKI mengenai dasar negara. Ada dua pandangan utama yang mendominasi diskusi:
    • Kelompok Nasionalis Sekuler, yang ingin negara dibangun di atas dasar kebangsaan dan tidak terikat pada agama tertentu.
    • Kelompok Agamis, terutama dari kalangan Islam, yang menginginkan Islam menjadi dasar negara atau setidaknya menjadikan hukum Islam bagian dari sistem pemerintahan Indonesia.
  • Perdebatan ini berlangsung sangat intens, terutama terkait dengan penempatan agama dalam konstitusi dan hukum negara.

2. Perbedaan Kultural dan Etnis

  • Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda. Tantangan bagi BPUPKI adalah bagaimana menyusun dasar negara yang bisa mengakomodasi keberagaman ini dan menjadi landasan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
  • Misalnya, daerah-daerah seperti Bali dengan mayoritas Hindu atau Papua yang memiliki budaya lokal yang sangat berbeda, perlu dirangkul dalam kesepakatan nasional.

3. Penjajahan dan Tekanan dari Jepang

  • Pada masa BPUPKI bekerja, Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang. Meskipun Jepang memberi ruang bagi BPUPKI untuk menyusun dasar negara, ada tekanan tersirat dari Jepang yang ingin memastikan bahwa dasar negara Indonesia yang disusun tidak akan bertentangan dengan kepentingan mereka.
  • Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan bahwa proses penyusunan dasar negara tetap murni demi kepentingan bangsa Indonesia tanpa campur tangan pihak penjajah.

4. Kekhawatiran akan Perpecahan

  • Diskusi di BPUPKI juga diwarnai oleh kekhawatiran bahwa perdebatan yang berkepanjangan terkait ideologi dan agama bisa menyebabkan perpecahan internal. Beberapa tokoh nasionalis khawatir bahwa perbedaan pandangan yang terlalu tajam bisa memecah bangsa yang baru akan merdeka, sehingga diperlukan kompromi yang kuat untuk menjaga persatuan.

5. Menjaga Keseimbangan antara Prinsip-Prinsip Modern dan Nilai Tradisional

  • Tantangan lain adalah bagaimana BPUPKI bisa mengakomodasi prinsip-prinsip modern seperti demokrasi, hak asasi manusia, dan kemajuan ekonomi, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional dan adat istiadat yang sudah ada di berbagai daerah di Indonesia.

6. Kesepakatan tentang Bentuk Negara

  • Salah satu isu besar yang diperdebatkan adalah tentang bentuk negara. Ada perdebatan apakah Indonesia akan menjadi negara kesatuan atau federal, serta bagaimana pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah. Pemilihan bentuk negara kesatuan akhirnya menjadi kesepakatan, namun membutuhkan proses diskusi yang panjang.

7. Mengakomodasi Nilai-Nilai Islam dan Kebangsaan

  • Rumusan awal Piagam Jakarta yang memuat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” sempat disepakati, namun kemudian menimbulkan perdebatan karena dinilai tidak inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia yang beragam. Perubahan ini terjadi setelah perdebatan panjang hingga akhirnya menghasilkan Pancasila sebagai dasar negara, yang lebih netral dan bisa diterima oleh seluruh kalangan.

Kesimpulan

Tantangan utama BPUPKI dalam menyusun dasar negara Indonesia adalah bagaimana mencapai konsensus di tengah perbedaan ideologis, kultural, dan agama, serta menjaga persatuan bangsa yang baru merdeka. Melalui diskusi, kompromi, dan dialog intens, akhirnya lahir Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi solusi atas berbagai perbedaan tersebut.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

18

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi