Yasya F

19 Juli 2024 11:25

Yasya F

19 Juli 2024 11:25

Pertanyaan

bagaimana proses geografis di Indonesia?

bagaimana proses geografis di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

53

:

31

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

19 Juli 2024 11:46

Jawaban terverifikasi

Proses geografis di Indonesia merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor alam, seperti: * Letak geografis: Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak ini menyebabkan Indonesia dilalui oleh berbagai arus laut dan angin muson, yang memengaruhi iklim dan cuaca di Indonesia. * Geologi: Indonesia memiliki banyak gunung berapi, gunung api aktif, dan patahan geologi. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. * Iklim: Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim ini disebabkan oleh angin muson yang bertiup dari Asia dan Australia. * Topografi: Indonesia memiliki topografi yang beragam, dengan pegunungan, dataran rendah, dan pesisir pantai. Keanekaragaman topografi ini memengaruhi jenis flora dan fauna yang hidup di Indonesia. Proses geografis di Indonesia menghasilkan berbagai macam fenomena alam, seperti: * Pencairan dan pengendapan: Proses ini terjadi karena adanya air hujan yang turun dan mengalir di permukaan tanah. Air hujan ini dapat mengikis tanah dan batuan, dan kemudian mengendapkannya di tempat lain. * Pelapukan dan penataan ulang: Proses ini terjadi karena adanya perubahan suhu dan tekanan udara. Perubahan ini dapat menyebabkan batu dan tanah pecah dan hancur, dan kemudian terbawa oleh angin atau air. * Gempa bumi dan tsunami: Gempa bumi terjadi karena pergerakan lempeng tektonik. Gempa bumi ini dapat menyebabkan tsunami, yaitu gelombang laut raksasa yang dapat menghancurkan wilayah pesisir pantai. * Letusan gunung berapi: Letusan gunung berapi dapat mengeluarkan lava, gas beracun, dan abu vulkanik. Letusan gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan. * Abrasi dan akresi: Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut dan arus laut. Akresi adalah proses penimbunan pantai oleh sedimen. Proses geografis di Indonesia terus berlangsung dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami proses geografis ini agar dapat hidup berdampingan dengan alam secara harmonis. Berikut adalah beberapa contoh pengaruh proses geografis di Indonesia: * Banjir: Banjir sering terjadi di Indonesia karena curah hujan yang tinggi dan topografi yang berbukit. * Tanah longsor: Tanah longsor sering terjadi di daerah pegunungan yang curam dan rawan hujan. * Kekeringan: Kekeringan sering terjadi di daerah yang memiliki curah hujan rendah. * Erosi tanah: Erosi tanah sering terjadi di daerah yang memiliki kemiringan tanah yang tinggi. * Penurunan permukaan tanah: Penurunan permukaan tanah sering terjadi di daerah pesisir pantai yang rawan abrasi. Pemahaman tentang proses geografis di Indonesia dapat membantu kita untuk: * Mitigasi bencana alam: Kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana alam, seperti membangun infrastruktur yang tahan gempa dan tsunami, serta membuat sistem peringatan dini. * Pengelolaan sumber daya alam: Kita dapat mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, seperti melakukan reboisasi hutan dan mencegah pencemaran lingkungan. * Perencanaan pembangunan: Kita dapat membuat perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan faktor-faktor geografis, seperti risiko bencana alam dan potensi sumber daya alam. Dengan memahami dan mengelola proses geografis di Indonesia, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua.


Salsabila M

Community

20 Juli 2024 10:44

Jawaban terverifikasi

<p>Proses geografis di Indonesia sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor geologi, klimatologi, dan tektonik. Berikut adalah beberapa proses geografis utama yang membentuk dan mempengaruhi kepulauan Indonesia:</p><p>1. <strong>Tektonik Lempeng</strong></p><p>Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Interaksi antara lempeng-lempeng ini menyebabkan berbagai fenomena geologi, seperti:</p><ul><li><strong>Subduksi</strong>: Lempeng Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang zona subduksi Sunda, menyebabkan aktivitas vulkanik dan pembentukan gunung api di sepanjang Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara.</li><li><strong>Divergensi dan Konvergensi</strong>: Gerakan divergen dan konvergen lempeng tektonik menghasilkan aktivitas seismik yang intens, termasuk gempa bumi dan tsunami.</li></ul><p>2. <strong>Aktivitas Vulkanik</strong></p><p>Indonesia memiliki lebih dari 130 gunung berapi aktif, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik. Aktivitas vulkanik ini mempengaruhi topografi dan ekosistem di sekitarnya melalui:</p><ul><li><strong>Erupsi Vulkanik</strong>: Erupsi besar dapat membentuk pulau-pulau baru, merusak ekosistem, dan mengubah lanskap.</li><li><strong>Aliran Lava dan Piroklastik</strong>: Material vulkanik yang mengalir dapat memperkaya tanah dengan mineral, membuat tanah menjadi subur untuk pertanian.</li></ul><p>3. <strong>Erosi dan Sedimentasi</strong></p><p>Proses erosi dan sedimentasi mempengaruhi bentuk permukaan tanah dan struktur pantai di Indonesia:</p><ul><li><strong>Erosi oleh Air dan Angin</strong>: Erosi dapat menyebabkan pengikisan tanah di daerah perbukitan dan pegunungan, mengubah topografi dan menyebabkan tanah longsor.</li><li><strong>Sedimentasi di Delta dan Pantai</strong>: Sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas, Mahakam, dan Musi membawa sedimen ke muara, membentuk delta dan memperluas daratan.</li></ul><p>4. <strong>Pembentukan Pulau dan Pantai</strong></p><p>Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang dan beragam. Proses pembentukan pulau dan pantai melibatkan:</p><ul><li><strong>Proses Pasang Surut dan Ombak</strong>: Gelombang laut dan pasang surut memainkan peran penting dalam pembentukan pantai berpasir, laguna, dan terumbu karang.</li><li><strong>Kegiatan Biologis</strong>: Terumbu karang yang dibangun oleh organisme laut seperti karang dan alga berkontribusi pada pembentukan pulau-pulau kecil dan atol.</li></ul><p>5. <strong>Klimatologi dan Iklim Tropis</strong></p><p>Iklim tropis Indonesia mempengaruhi proses geografis melalui:</p><ul><li><strong>Curah Hujan Tinggi</strong>: Hujan lebat sepanjang tahun menyebabkan proses pelapukan, erosi, dan pembentukan sungai yang kuat.</li><li><strong>Musim Kemarau dan Pengaruh Monsoon</strong>: Musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan, sementara monsoon membawa hujan yang dapat memicu banjir.</li></ul><p>6. <strong>Proses Biologis</strong></p><p>Aktivitas biologis juga memainkan peran penting dalam membentuk lanskap Indonesia:</p><ul><li><strong>Hutan Tropis</strong>: Vegetasi hutan tropis yang lebat mempengaruhi proses pelapukan tanah dan siklus nutrisi.</li><li><strong>Mangrove dan Ekosistem Pantai</strong>: Hutan mangrove membantu melindungi pantai dari erosi dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies.</li></ul><p>7. <strong>Aktivitas Manusia</strong></p><p>Kegiatan manusia seperti pertanian, urbanisasi, dan industri juga mempengaruhi proses geografis:</p><ul><li><strong>Deforestasi dan Perubahan Lahan</strong>: Pembukaan hutan untuk pertanian dan pemukiman dapat menyebabkan erosi tanah dan perubahan aliran air.</li><li><strong>Pengembangan Infrastruktur</strong>: Pembangunan jalan, bendungan, dan infrastruktur lainnya dapat mengubah aliran sungai dan mengakibatkan perubahan signifikan pada lanskap.</li></ul>

Proses geografis di Indonesia sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor geologi, klimatologi, dan tektonik. Berikut adalah beberapa proses geografis utama yang membentuk dan mempengaruhi kepulauan Indonesia:

1. Tektonik Lempeng

Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Interaksi antara lempeng-lempeng ini menyebabkan berbagai fenomena geologi, seperti:

  • Subduksi: Lempeng Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang zona subduksi Sunda, menyebabkan aktivitas vulkanik dan pembentukan gunung api di sepanjang Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara.
  • Divergensi dan Konvergensi: Gerakan divergen dan konvergen lempeng tektonik menghasilkan aktivitas seismik yang intens, termasuk gempa bumi dan tsunami.

2. Aktivitas Vulkanik

Indonesia memiliki lebih dari 130 gunung berapi aktif, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik. Aktivitas vulkanik ini mempengaruhi topografi dan ekosistem di sekitarnya melalui:

  • Erupsi Vulkanik: Erupsi besar dapat membentuk pulau-pulau baru, merusak ekosistem, dan mengubah lanskap.
  • Aliran Lava dan Piroklastik: Material vulkanik yang mengalir dapat memperkaya tanah dengan mineral, membuat tanah menjadi subur untuk pertanian.

3. Erosi dan Sedimentasi

Proses erosi dan sedimentasi mempengaruhi bentuk permukaan tanah dan struktur pantai di Indonesia:

  • Erosi oleh Air dan Angin: Erosi dapat menyebabkan pengikisan tanah di daerah perbukitan dan pegunungan, mengubah topografi dan menyebabkan tanah longsor.
  • Sedimentasi di Delta dan Pantai: Sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas, Mahakam, dan Musi membawa sedimen ke muara, membentuk delta dan memperluas daratan.

4. Pembentukan Pulau dan Pantai

Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang dan beragam. Proses pembentukan pulau dan pantai melibatkan:

  • Proses Pasang Surut dan Ombak: Gelombang laut dan pasang surut memainkan peran penting dalam pembentukan pantai berpasir, laguna, dan terumbu karang.
  • Kegiatan Biologis: Terumbu karang yang dibangun oleh organisme laut seperti karang dan alga berkontribusi pada pembentukan pulau-pulau kecil dan atol.

5. Klimatologi dan Iklim Tropis

Iklim tropis Indonesia mempengaruhi proses geografis melalui:

  • Curah Hujan Tinggi: Hujan lebat sepanjang tahun menyebabkan proses pelapukan, erosi, dan pembentukan sungai yang kuat.
  • Musim Kemarau dan Pengaruh Monsoon: Musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan, sementara monsoon membawa hujan yang dapat memicu banjir.

6. Proses Biologis

Aktivitas biologis juga memainkan peran penting dalam membentuk lanskap Indonesia:

  • Hutan Tropis: Vegetasi hutan tropis yang lebat mempengaruhi proses pelapukan tanah dan siklus nutrisi.
  • Mangrove dan Ekosistem Pantai: Hutan mangrove membantu melindungi pantai dari erosi dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies.

7. Aktivitas Manusia

Kegiatan manusia seperti pertanian, urbanisasi, dan industri juga mempengaruhi proses geografis:

  • Deforestasi dan Perubahan Lahan: Pembukaan hutan untuk pertanian dan pemukiman dapat menyebabkan erosi tanah dan perubahan aliran air.
  • Pengembangan Infrastruktur: Pembangunan jalan, bendungan, dan infrastruktur lainnya dapat mengubah aliran sungai dan mengakibatkan perubahan signifikan pada lanskap.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

bagaimana caranya?

10

1.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi