Anonim A

09 Agustus 2024 10:41

Anonim A

09 Agustus 2024 10:41

Pertanyaan

Kasus covid 19 termasuk fungsi dan peran Sosiologi yang mana, tolong disertakan penjelasannya Dan sertakan pemecahan masalah tersebut

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

51

:

15

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

09 Agustus 2024 12:49

Jawaban terverifikasi

Penjelasan: Pertanyaan ini menanyakan tentang fungsi dan peran sosiologi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bagaimana sosiologi dapat membantu kita memahami dan mengatasi dampak sosial dari pandemi ini. Jawaban: Pandemi Covid-19 merupakan fenomena global yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan sosial. Sosiologi, sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan sosial manusia, memiliki peran penting dalam memahami dan mengatasi dampak sosial dari pandemi ini. Berikut beberapa fungsi dan peran sosiologi dalam konteks pandemi Covid-19: **1. Memahami Dampak Sosial Pandemi:** * **Efek Ekonomi:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana pandemi memengaruhi perekonomian, seperti hilangnya pekerjaan, penurunan pendapatan, dan ketidaksetaraan ekonomi yang semakin besar. * **Kesehatan Mental:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana pandemi memengaruhi kesehatan mental masyarakat, seperti peningkatan kecemasan, depresi, dan stres. * **Pendidikan:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana pandemi memengaruhi sistem pendidikan, seperti pembelajaran jarak jauh, kesenjangan akses teknologi, dan penurunan kualitas pendidikan. * **Politik:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana pandemi memengaruhi sistem politik, seperti perubahan kebijakan, polarisasi politik, dan kepercayaan terhadap pemerintah. **2. Menganalisis Perilaku Sosial:** * **Kepatuhan Protokol Kesehatan:** Sosiologi dapat membantu kita memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, seperti norma sosial, kepercayaan terhadap informasi, dan pengaruh kelompok. * **Persebaran Informasi:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana informasi tentang pandemi disebarkan, diinterpretasikan, dan direspon oleh masyarakat, termasuk fenomena hoaks dan misinformasi. * **Perilaku Sosial Lainnya:** Sosiologi dapat membantu kita memahami bagaimana pandemi memengaruhi perilaku sosial lainnya, seperti interaksi sosial, solidaritas, dan perilaku altruistik. **3. Mengembangkan Strategi Intervensi:** * **Program Edukasi:** Sosiologi dapat membantu kita mengembangkan program edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pandemi, protokol kesehatan, dan pentingnya vaksinasi. * **Kampanye Kesehatan:** Sosiologi dapat membantu kita mengembangkan kampanye kesehatan yang efektif untuk mendorong perilaku sehat dan mengurangi penyebaran virus. * **Kebijakan Sosial:** Sosiologi dapat membantu kita merumuskan kebijakan sosial yang efektif untuk mengatasi dampak sosial pandemi, seperti program bantuan ekonomi, program kesehatan mental, dan program pendidikan. **4. Membangun Resiliensi Sosial:** * **Solidaritas Sosial:** Sosiologi dapat membantu kita memahami dan membangun solidaritas sosial, yaitu kemampuan masyarakat untuk saling membantu dan mendukung dalam menghadapi krisis. * **Ketahanan Masyarakat:** Sosiologi dapat membantu kita memahami dan membangun ketahanan masyarakat, yaitu kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan mengatasi perubahan dan tantangan, termasuk pandemi. Dengan memahami fungsi dan peran sosiologi dalam konteks pandemi Covid-19, kita dapat lebih efektif dalam mengatasi dampak sosial pandemi dan membangun masyarakat yang lebih tangguh.


Rendi R

Community

24 Oktober 2024 22:58

Jawaban terverifikasi

<p>Kasus COVID-19 merupakan contoh konkret yang mencerminkan fungsi dan peran sosiologi dalam masyarakat. Secara umum, ada dua peran utama sosiologi yang bisa diidentifikasi dalam konteks ini: <strong>fungsi analisis</strong> dan <strong>fungsi pemecahan masalah sosial</strong>.</p><p>1. <strong>Fungsi Analisis (Memahami Realitas Sosial)</strong></p><p>Sosiologi membantu masyarakat memahami dan menganalisis realitas sosial yang terjadi selama pandemi COVID-19. Beberapa aspek yang dikaji meliputi:</p><ul><li><strong>Dampak Sosial</strong>: Melihat bagaimana pandemi memengaruhi pola interaksi sosial, budaya, dan nilai-nilai masyarakat. Misalnya, perubahan dalam tradisi atau kebiasaan seperti pertemuan keluarga besar, perayaan keagamaan, atau cara bekerja (remote work).</li><li><strong>Ketimpangan Sosial</strong>: Sosiologi juga menganalisis dampak yang tidak merata di berbagai kelompok sosial, seperti dampak lebih besar pada ekonomi kelas menengah ke bawah, masalah akses kesehatan, dan ketidakadilan dalam distribusi vaksin.</li><li><strong>Kepatuhan dan Perilaku Masyarakat</strong>: Sosiolog meneliti bagaimana perilaku masyarakat dalam mematuhi kebijakan pemerintah, seperti penerapan protokol kesehatan, pembatasan sosial, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.</li></ul><p>2. <strong>Fungsi Pemecahan Masalah Sosial (Praktis dan Terapan)</strong></p><p>Sosiologi juga berperan dalam menemukan solusi terhadap masalah sosial yang timbul akibat pandemi. Peran ini sering dikaitkan dengan pendekatan sosiologis terapan, di mana hasil kajian sosiologis digunakan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan atau tindakan nyata. Beberapa contohnya:</p><ul><li><strong>Perumusan Kebijakan Sosial</strong>: Analisis sosiologis tentang perilaku dan kondisi masyarakat digunakan untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat, misalnya menentukan pendekatan komunikasi risiko, strategi lockdown, atau intervensi kesehatan mental.</li><li><strong>Penguatan Solidaritas Sosial</strong>: Melalui analisis peran komunitas dan jejaring sosial, sosiologi dapat merekomendasikan penguatan mekanisme solidaritas sosial, seperti gerakan donasi, dapur umum, atau kelompok sukarelawan yang membantu masyarakat terdampak.</li><li><strong>Pendekatan Berbasis Komunitas</strong>: Sosiolog berperan dalam mendorong pendekatan berbasis komunitas yang mengandalkan kerjasama antarwarga dan partisipasi lokal dalam mengatasi dampak sosial ekonomi.</li></ul><p>Pemecahan Masalah Sosial Selama Pandemi COVID-19</p><p>Beberapa langkah pemecahan masalah yang diusulkan berdasarkan analisis sosiologis adalah sebagai berikut:</p><ol><li><strong>Kampanye Edukasi yang Inklusif</strong>: Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas dan sesuai dengan konteks lokal. Misalnya, menggandeng tokoh agama atau masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin.</li><li><strong>Mendukung Pekerja Informal dan Rentan</strong>: Bantuan sosial harus fokus pada kelompok masyarakat yang rentan kehilangan penghasilan selama pandemi.</li><li><strong>Mengembangkan Sistem Dukungan Sosial</strong>: Melalui penguatan solidaritas, diupayakan bantuan komunitas seperti penyediaan bantuan makanan dan fasilitas kesehatan di tingkat lokal.</li><li><strong>Perbaikan Sistem Kesehatan dan Keamanan Sosial</strong>: Mengambil pelajaran dari pandemi, diusulkan kebijakan peningkatan akses kesehatan dan penguatan jaringan pengaman sosial sebagai antisipasi masa depan.</li></ol><p>Dengan demikian, sosiologi tidak hanya mengidentifikasi dan menganalisis masalah sosial akibat pandemi COVID-19, tetapi juga memberikan panduan untuk solusi yang lebih efektif dan berkeadilan.</p>

Kasus COVID-19 merupakan contoh konkret yang mencerminkan fungsi dan peran sosiologi dalam masyarakat. Secara umum, ada dua peran utama sosiologi yang bisa diidentifikasi dalam konteks ini: fungsi analisis dan fungsi pemecahan masalah sosial.

1. Fungsi Analisis (Memahami Realitas Sosial)

Sosiologi membantu masyarakat memahami dan menganalisis realitas sosial yang terjadi selama pandemi COVID-19. Beberapa aspek yang dikaji meliputi:

  • Dampak Sosial: Melihat bagaimana pandemi memengaruhi pola interaksi sosial, budaya, dan nilai-nilai masyarakat. Misalnya, perubahan dalam tradisi atau kebiasaan seperti pertemuan keluarga besar, perayaan keagamaan, atau cara bekerja (remote work).
  • Ketimpangan Sosial: Sosiologi juga menganalisis dampak yang tidak merata di berbagai kelompok sosial, seperti dampak lebih besar pada ekonomi kelas menengah ke bawah, masalah akses kesehatan, dan ketidakadilan dalam distribusi vaksin.
  • Kepatuhan dan Perilaku Masyarakat: Sosiolog meneliti bagaimana perilaku masyarakat dalam mematuhi kebijakan pemerintah, seperti penerapan protokol kesehatan, pembatasan sosial, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.

2. Fungsi Pemecahan Masalah Sosial (Praktis dan Terapan)

Sosiologi juga berperan dalam menemukan solusi terhadap masalah sosial yang timbul akibat pandemi. Peran ini sering dikaitkan dengan pendekatan sosiologis terapan, di mana hasil kajian sosiologis digunakan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan atau tindakan nyata. Beberapa contohnya:

  • Perumusan Kebijakan Sosial: Analisis sosiologis tentang perilaku dan kondisi masyarakat digunakan untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat, misalnya menentukan pendekatan komunikasi risiko, strategi lockdown, atau intervensi kesehatan mental.
  • Penguatan Solidaritas Sosial: Melalui analisis peran komunitas dan jejaring sosial, sosiologi dapat merekomendasikan penguatan mekanisme solidaritas sosial, seperti gerakan donasi, dapur umum, atau kelompok sukarelawan yang membantu masyarakat terdampak.
  • Pendekatan Berbasis Komunitas: Sosiolog berperan dalam mendorong pendekatan berbasis komunitas yang mengandalkan kerjasama antarwarga dan partisipasi lokal dalam mengatasi dampak sosial ekonomi.

Pemecahan Masalah Sosial Selama Pandemi COVID-19

Beberapa langkah pemecahan masalah yang diusulkan berdasarkan analisis sosiologis adalah sebagai berikut:

  1. Kampanye Edukasi yang Inklusif: Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas dan sesuai dengan konteks lokal. Misalnya, menggandeng tokoh agama atau masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin.
  2. Mendukung Pekerja Informal dan Rentan: Bantuan sosial harus fokus pada kelompok masyarakat yang rentan kehilangan penghasilan selama pandemi.
  3. Mengembangkan Sistem Dukungan Sosial: Melalui penguatan solidaritas, diupayakan bantuan komunitas seperti penyediaan bantuan makanan dan fasilitas kesehatan di tingkat lokal.
  4. Perbaikan Sistem Kesehatan dan Keamanan Sosial: Mengambil pelajaran dari pandemi, diusulkan kebijakan peningkatan akses kesehatan dan penguatan jaringan pengaman sosial sebagai antisipasi masa depan.

Dengan demikian, sosiologi tidak hanya mengidentifikasi dan menganalisis masalah sosial akibat pandemi COVID-19, tetapi juga memberikan panduan untuk solusi yang lebih efektif dan berkeadilan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermati teks berikut! Semangat gotong royong Saat ini masyarakat tengah menghadapi cuaca ekstrim akibat musim pancaroba. Musim pancaroba adalah perallihan dari musim panas ke musim hujan, seperti terjadinya hujan deras yang disertai dengan petir dan angin kencang. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah di indonesia. Bahkan ada beberapa daerah yang dilanda angin puting beliung. Bersyukur kejadian tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa walaupun kerugian materi yang diderita cukup besar. Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Peran para pemuka agama juga cukup besar bagi warga yang terkena bencana, mereka memberikan bimbingan mental atau nasehat agar warga tetap tabah dan tidak patah semangat dalam menghadapi bencana tersebut. Mereka memotivasi warga agar dapat menghadapi bencana tersebut agar dapat bangkit dan segera melakukan tindakan- tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan ke kondisi semula atau bahkan menjadi lebih baik. Pihak pemerintah daerah juga melakukan berbagai upaya pertolongan, seperti pendirian posko pengungsian dan dapur umum serta penyediaan tenaga medis dan tenaga SAR untuk membantu warga yang terdampak. Pemerintah juga segera memperbaiki sarana dan prasarana umum yang rusak serta menyediakan bantuan untuk rekonstruksi rumah warga yang rusak. Berkat partisipasi dan tindakan cepat dari berbagai pihak tersebut, proses pemulihan lokasi bencana dapat berjalan dengan baik dan lancar. Wargapun dapat kembali beraktifitas seperti semula Berdasarkan teks semangat gotong royong, perhatikan paragraf pertama pada kalimat "Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak." Kalimat tersebut merupakan contoh dari tindakan sosial yaitu..... A. tindakan afektif B. tradisional C. berorientasi nilai D. rasional instrumental E. insidental

11

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi