Najah M

11 Agustus 2024 04:29

Najah M

11 Agustus 2024 04:29

Pertanyaan

Perbedaan sistem pemerintahan pada masa orde lama, orde baru dan reformasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

45

:

08

Klaim

17

2

Jawaban terverifikasi

Naurah F

11 Agustus 2024 04:44

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah perbedaan utama antara sistem pemerintahan pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi di Indonesia:</p><p><strong>1. Orde Lama (1945-1966)</strong><br>&nbsp; - **Pemimpin:** Presiden Soekarno.<br>&nbsp; - **Sistem Pemerintahan:** Demokrasi Terpimpin.<br>&nbsp; - **Ciri Khas:**<br>&nbsp; &nbsp; - Awalnya, Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer, tetapi setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Soekarno menerapkan Demokrasi Terpimpin, di mana kekuasaan terpusat pada presiden.<br>&nbsp; &nbsp; - Presiden Soekarno memiliki peran dominan dalam pemerintahan, dan lembaga legislatif serta partai politik kehilangan banyak kekuatan.<br>&nbsp; &nbsp; - Ideologi utama adalah Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme).<br>&nbsp; &nbsp; - Politik luar negeri yang bebas aktif, tetapi lebih condong ke blok Timur (Uni Soviet dan Tiongkok).<br>&nbsp; &nbsp; - Terdapat ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang diakhiri oleh pemberontakan G30S/PKI dan pengalihan kekuasaan kepada Soeharto.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Orde Baru (1966-1998)</strong><br>&nbsp; - **Pemimpin:** Presiden Soeharto.<br>&nbsp; - **Sistem Pemerintahan:** Sentralisme dengan Demokrasi Pancasila.<br>&nbsp; - **Ciri Khas:**<br>&nbsp; &nbsp; - Penguatan peran militer dalam pemerintahan (Dwifungsi ABRI) dan kontrol ketat terhadap kehidupan politik dan masyarakat.<br>&nbsp; &nbsp; - Pembangunan ekonomi yang fokus pada stabilitas, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penurunan inflasi.<br>&nbsp; &nbsp; - Kebebasan politik sangat dibatasi; hanya tiga partai politik yang diizinkan (Golkar, PPP, PDI), dengan dominasi Golkar.<br>&nbsp; &nbsp; - Pemilu diadakan secara rutin, tetapi manipulasi politik dan kecurangan pemilu kerap terjadi.<br>&nbsp; &nbsp; - Tekanan terhadap kebebasan pers dan penindasan terhadap oposisi politik.<br>&nbsp; &nbsp; - Krisis ekonomi Asia 1997-1998 dan tekanan masyarakat menyebabkan kejatuhan Soeharto dan berakhirnya Orde Baru.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Reformasi (1998-sekarang)</strong><br>&nbsp; - **Pemimpin:** Dimulai dengan Presiden B.J. Habibie, kemudian diteruskan oleh beberapa presiden seperti Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.<br>&nbsp; - **Sistem Pemerintahan:** Demokrasi dengan desentralisasi kekuasaan.<br>&nbsp; - **Ciri Khas:**<br>&nbsp; &nbsp; - Perubahan signifikan dalam struktur politik, dengan penerapan demokrasi multipartai dan kebebasan pers.<br>&nbsp; &nbsp; - Desentralisasi kekuasaan melalui otonomi daerah, memberikan lebih banyak kewenangan kepada pemerintah daerah.<br>&nbsp; &nbsp; - Pemilu yang lebih terbuka dan adil, dengan peran yang lebih besar bagi masyarakat sipil.<br>&nbsp; &nbsp; - Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan, meskipun korupsi masih menjadi tantangan besar.<br>&nbsp; &nbsp; - Reformasi hukum dan HAM, termasuk pembubaran Dwifungsi ABRI dan pemisahan antara polisi dan militer.<br>&nbsp; &nbsp; - Upaya untuk memperbaiki ekonomi yang sempat jatuh selama krisis, dengan fokus pada stabilitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.</p><p>Perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru dan kemudian ke era Reformasi mencerminkan evolusi signifikan dalam struktur pemerintahan, kebebasan politik, dan kehidupan sosial di Indonesia.</p>

Berikut adalah perbedaan utama antara sistem pemerintahan pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi di Indonesia:

1. Orde Lama (1945-1966)
  - **Pemimpin:** Presiden Soekarno.
  - **Sistem Pemerintahan:** Demokrasi Terpimpin.
  - **Ciri Khas:**
    - Awalnya, Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer, tetapi setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Soekarno menerapkan Demokrasi Terpimpin, di mana kekuasaan terpusat pada presiden.
    - Presiden Soekarno memiliki peran dominan dalam pemerintahan, dan lembaga legislatif serta partai politik kehilangan banyak kekuatan.
    - Ideologi utama adalah Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme).
    - Politik luar negeri yang bebas aktif, tetapi lebih condong ke blok Timur (Uni Soviet dan Tiongkok).
    - Terdapat ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang diakhiri oleh pemberontakan G30S/PKI dan pengalihan kekuasaan kepada Soeharto.

 

2. Orde Baru (1966-1998)
  - **Pemimpin:** Presiden Soeharto.
  - **Sistem Pemerintahan:** Sentralisme dengan Demokrasi Pancasila.
  - **Ciri Khas:**
    - Penguatan peran militer dalam pemerintahan (Dwifungsi ABRI) dan kontrol ketat terhadap kehidupan politik dan masyarakat.
    - Pembangunan ekonomi yang fokus pada stabilitas, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penurunan inflasi.
    - Kebebasan politik sangat dibatasi; hanya tiga partai politik yang diizinkan (Golkar, PPP, PDI), dengan dominasi Golkar.
    - Pemilu diadakan secara rutin, tetapi manipulasi politik dan kecurangan pemilu kerap terjadi.
    - Tekanan terhadap kebebasan pers dan penindasan terhadap oposisi politik.
    - Krisis ekonomi Asia 1997-1998 dan tekanan masyarakat menyebabkan kejatuhan Soeharto dan berakhirnya Orde Baru.

 

3. Reformasi (1998-sekarang)
  - **Pemimpin:** Dimulai dengan Presiden B.J. Habibie, kemudian diteruskan oleh beberapa presiden seperti Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.
  - **Sistem Pemerintahan:** Demokrasi dengan desentralisasi kekuasaan.
  - **Ciri Khas:**
    - Perubahan signifikan dalam struktur politik, dengan penerapan demokrasi multipartai dan kebebasan pers.
    - Desentralisasi kekuasaan melalui otonomi daerah, memberikan lebih banyak kewenangan kepada pemerintah daerah.
    - Pemilu yang lebih terbuka dan adil, dengan peran yang lebih besar bagi masyarakat sipil.
    - Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan, meskipun korupsi masih menjadi tantangan besar.
    - Reformasi hukum dan HAM, termasuk pembubaran Dwifungsi ABRI dan pemisahan antara polisi dan militer.
    - Upaya untuk memperbaiki ekonomi yang sempat jatuh selama krisis, dengan fokus pada stabilitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru dan kemudian ke era Reformasi mencerminkan evolusi signifikan dalam struktur pemerintahan, kebebasan politik, dan kehidupan sosial di Indonesia.


Kevin L

Gold

11 Agustus 2024 08:16

Jawaban terverifikasi

Penjelasan: Perbedaan sistem pemerintahan pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu bentuk pemerintahan, kekuasaan presiden, dan peran partai politik. **Orde Lama (1945-1965)** * **Bentuk Pemerintahan:** Orde Lama menganut sistem pemerintahan republik dengan sistem presidensial. Namun, dalam praktiknya, sistem ini cenderung mengarah pada pemerintahan yang otoriter. Presiden Soekarno memiliki kekuasaan yang sangat besar dan cenderung mengabaikan lembaga-lembaga negara lainnya. * **Kekuasaan Presiden:** Presiden Soekarno memiliki kekuasaan yang sangat besar dan cenderung otoriter. Ia mengendalikan partai politik, militer, dan lembaga-lembaga negara lainnya. * **Peran Partai Politik:** Partai politik pada masa Orde Lama hanya berfungsi sebagai alat pemerintah dan tidak memiliki peran yang signifikan dalam pengambilan keputusan. Partai-partai politik yang ada cenderung menjadi alat untuk mendukung kebijakan Presiden Soekarno. **Orde Baru (1966-1998)** * **Bentuk Pemerintahan:** Orde Baru juga menganut sistem pemerintahan republik dengan sistem presidensial. Namun, sistem ini lebih terpusat dan cenderung otoriter dibandingkan dengan Orde Lama. * **Kekuasaan Presiden:** Presiden Soeharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan cenderung otoriter. Ia mengendalikan partai politik, militer, dan lembaga-lembaga negara lainnya. * **Peran Partai Politik:** Partai politik pada masa Orde Baru dikendalikan oleh pemerintah dan hanya berfungsi sebagai alat untuk mendukung kebijakan pemerintah. Partai Golkar, yang didirikan oleh Soeharto, menjadi partai dominan dan menguasai parlemen. **Reformasi (1998-sekarang)** * **Bentuk Pemerintahan:** Reformasi membawa perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan republik dengan sistem presidensial tetap dipertahankan, namun dengan penekanan pada prinsip demokrasi dan supremasi hukum. * **Kekuasaan Presiden:** Kekuasaan presiden dibatasi oleh lembaga negara lainnya, seperti DPR dan MPR. Presiden tidak lagi memiliki kekuasaan yang absolut dan harus bertanggung jawab kepada rakyat. * **Peran Partai Politik:** Partai politik memiliki peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pemerintah. Sistem multipartai diterapkan, dan partai-partai politik memiliki kesempatan untuk bersaing secara adil dalam pemilu. **Perbedaan Utama:** * **Orde Lama dan Orde Baru:** Keduanya memiliki sistem pemerintahan yang cenderung otoriter dengan kekuasaan presiden yang sangat besar. Perbedaannya terletak pada cara mereka mengendalikan partai politik dan militer. Orde Lama lebih mengandalkan kekuatan karismatik Presiden Soekarno, sementara Orde Baru lebih mengandalkan kekuatan militer dan birokrasi. * **Orde Baru dan Reformasi:** Reformasi menekankan pada pembatasan kekuasaan presiden dan peningkatan peran partai politik dalam sistem pemerintahan. Reformasi juga menekankan pada prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. **Kesimpulan:** Sistem pemerintahan di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan dari masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Reformasi membawa perubahan yang lebih demokratis dengan pembatasan kekuasaan presiden dan peningkatan peran partai politik. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun sistem pemerintahan yang benar-benar demokratis dan berkelanjutan. Jawaban: **Perbedaan Sistem Pemerintahan pada Masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi:** | Aspek | Orde Lama (1945-1965) | Orde Baru (1966-1998) | Reformasi (1998-sekarang) | |---|---|---|---| | Bentuk Pemerintahan | Republik dengan sistem presidensial (cenderung otoriter) | Republik dengan sistem presidensial (terpusat dan otoriter) | Republik dengan sistem presidensial (demokratis dan supremasi hukum) | | Kekuasaan Presiden | Sangat besar dan cenderung otoriter | Sangat besar dan cenderung otoriter | Dibatasi oleh lembaga negara lainnya (DPR, MPR) | | Peran Partai Politik | Alat pemerintah, tidak memiliki peran signifikan | Dikendalikan oleh pemerintah, hanya sebagai alat untuk mendukung kebijakan pemerintah | Memiliki peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pemerintah | **Perbedaan Utama:** * Orde Lama dan Orde Baru: Keduanya memiliki sistem pemerintahan yang cenderung otoriter dengan kekuasaan presiden yang sangat besar. * Orde Baru dan Reformasi: Reformasi menekankan pada pembatasan kekuasaan presiden dan peningkatan peran partai politik dalam sistem pemerintahan. **Kesimpulan:** Sistem pemerintahan di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan dari masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Reformasi membawa perubahan yang lebih demokratis dengan pembatasan kekuasaan presiden dan peningkatan peran partai politik.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

13

5.0

Jawaban terverifikasi