Apriyani N

14 Februari 2024 12:41

Apriyani N

14 Februari 2024 12:41

Pertanyaan

Sebuah sil inder berlubang mempunyai momen inersia lebih besar daripada silinder pejal yang terbuat dari bahan sama dan mempunyai massa sama. SEBAB Untuk memberikan percepatan sudut pada sebuah benda berlubang diperlukan lebih banyak tenaga putaran.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

11

:

14

Klaim

1

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab pertanyaan. 5 cm: Jauh Dekat Persahabatan Akan Tetap Erat Mempunyai banyak teman itu menyenangkan meskipun tidak jarang ada juga teman yang menyebalkan. Sebal karena dari segi tingkah lakunya. Bahkan, sebal dengan teman yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan kita. Persahabatan tidak melulu soal saling memaklumi, menghargai, dan mendukung satu lain. Lebih dari itu, menjalin persahabatan juga dapat mendewasakan diri. Saya pernah membaca sebuah novel persahabatan yang berjudul 5 cm. Tokoh-tokoh dalam novel tersebut, yaitu Zafran, Genta, lan, Arial, dan Riani, telah lama bersahabat. Pada suatu saat, mereka seperti merasa bosan dengan persahabatan mereka. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk saling menghilang dari kehidupan masing-masing. Rencananya,setelah sama-sama mengasing, mereka akan bertemu lagi. Sudah lama menjalin persahabatan yang erat, tetapi tujuannya untuk berpisah juga. Persahabatan seperti apa yang sampai menimbulkan kebosanan? Hubungan jarak jauh antara sahabat-sahabat dalam novel tersebut kadang membuat mereka menjadi tertekan. Ingin menelepon saja ragu, teringat pada janji yang dibuat. Katanya sahabat selalu ada di saat kita membutuhkan. Kalau sudah begitu, apakah persahabatan seperti ini baik? Genta, yang merencanakan pemisahan diri dengan sahabat-sahabatnya, tidak menawarkan konsekuensi yang mungkin akan ditanggung selama mereka tidak saling berhubungan. Genta justru menawarkan jaminan atas perjanjian yang dibuat. Jaminan itulah yang dia pahami akan mempertemukan lagi mereka bersama. Jaminan yang dibuat Genta adalah mendaki Gunung Semeru bersama. Kelima sahabat Genta tentu tidak hanya mengidap penyakit rindu, tetapi juga jantungan karena mungkin mereka sangat terkejut dengan keputusan Genta. Kepercayaan Genta pada pertemuan kembali dengan sahabatsahabatnya itu akan membuat mereka lebih menginginkan persahabatan yang lebih berharga dari sebelumnya. Pertemuan mereka yang telah sampai pada pendakian itu membuat mereka semakin memahami arti persahabatan dan perjuangan. Sepertinya Genta memang sengaja merencanakan pertemuan ini dengan tujuan utama melepas rindu. Akan tetapi, hal ini juga disisipi perenungan oleh kelima sahabat itu. Genta berusaha memberikan kesan yang mendalam tentang pertemuan itu. Di tengah-tengah kegiatan mendaki, mereka tidak hanya sekedar ingin mencapai puncaknya, tetapi juga merasakan atmosfer persahabatan sekaligus keindahan alam. Saya sependapat dengan Genta yang sangat ingin memberikan kesan yang mendalam pada sahabat-sahabatnya tentang keberadaan sahabat yang begitu berarti untuknya. Genta ingin lebih mengutamakan kesan daripada harapan. Karena menurut saya, persahabatan itu tanpa harapan pun akan selalu bisa memberikan kita makna kehidupan. Kesan akan selalu melekat dan diingat hingga persahabatan itu mencapai puncak akhirnya Saya rasa, memiliki sahabat itu perlu. Persahabatan akan memberikan warna dalam hidup. Sahabat selalu bisa berbagi senang dan tidak mudah menyimpan sedih karena sahabat secara tidak langsung memiliki ikatan batin dengan kita. Untuk itulah persahabatan tercipta. Apa aspek pengetahuan yang disampaikan penulis dalam esai tersebut?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Lala Buntar (Lala Bunte) Pada zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Silang, letaknya kira-kira 35 kilometer sebelah timur Sumbawa sekarang. Tepatnya di Desa Pemasar di Kecamatan Plampang. Raja Silang mempunyai seorang Putri yang sangat rupawan yang bernama Lala Buntar atau Lala Bunte panggilan akrabnya. Diberikan nama demikian oleh ayahnya karena parasnya yang elok dan rupawan bagaikan Bulan Purnama (Buntar dalam Bahasa Sumbawa berarti 'Purnama'). Disamping parasnya yang rupawan Lala Bunte juga sangat boto (boto berarti terampil) Salah satu ketrampilannya adalah keahlian menenun kain. Kain tenun hasil tenunannya sangat indah dengan motif-motif khas yang mempesona, dan tenunannya itu sangat baik kualitasnya. Hal ini membuat nama Lala Bunte semakin terkenal ke seluruh pelosok negeri. Karena ketrampilannya itu sang ayah memberikan hadiah kepada putrinya berupa seperangkat alat tenun terbuat dari emas. Mendengar berita tentang Lala Bunte banyaklah putra-putra raja bahkan raja-raja yang ingin melamar untuk dapat mempersunting Lala Bunte. Pada suatu hari Raja Silang kedatangan beberapa orang tamu. Ada yang datang dari kerajaan yang ada di Pulau Sumbawa, dan bahkan dari luar Sumbawa antara lain dari kerajaan Gowa. Mereka semua bermaksud sama, yakni datang untuk meminang Lala Bunte. Hal yang demikian itu mempuat bingung Raja Silang, terlebih-lebih semua tamu yang datang bersikeras agar niat mereka dapat dikabulkan. Suasana yang tadinya dirasa akrab berubah menjadi panas. Bahkan, para tamu tersebut sudah saling tantang untuk melakukan adu fisik dan kesaktian. Melihat keadaan seperti itu, Raja Silang berusaha untuk menenangkan keadaan, dengan cara yang bijaksana. Raja Silang mengambil keputusan bahwa permintaan dari tamu-tamunya tidak ada yang diterima maupun ditolak. Segenap keluarga, para penasehat termasuk dengan Lala Bunte sendiri terlebih dahulu akan berembug. Raja menetapkan waktu satu minggu untuk memberi keputusan. Kesempatan satu minggu itu pun digunakan oleh Raja Silang untuk bermusyawarah. Pada malam pertama dilakukan musyawarah. Raja Silang meminta pendapat putrinya Lala Bunte sebagai putri satu-sat unya itu. Lala Bunte ternyata memiliki pendapat yang sama sekali berbeda dengan yang diharapkan oleh keluarganya. Semua yang hadir dalam pertemuan itu terperanjat dengan keinginan Lala Bunte untuk pergi meninggalkan kerajaan agar perpecahan yang bakal terjadi dapat dihindari. Lala Bunte berfikir bahwa dengan kepergian dirinya dari kerajaan akan dapat mencegah terjadinya pertumpahan darah karena yang diperebutkan sudah tidak ada lagi. Keputusan Lala Bunte sudah pasti dan tidak ada yang dapat merubahnya. Dengan berat hati, akhirnya, seluruh keluarga menyetujui permintaan Lala Bunte. Dengan diiringi oleh para Jowa Perjaka (para pendamping/pengikut), keesokan harinya berangkatlah Lala Bunte meninggalkan kerajaan, meninggalkan istana, dan meninggalkan ayah ibunya. Lala Bunte pergi menuju ke satu tempat untuk mengasingkan diri. Dalam kepergiannya itu Lala Bunte membawa serta peralatan tenunnya yang terbuat dari emas. Dalam perjalanannya, Lala Bunte sempat berfikir bahwa kemana pun dia pergi, sepanjang masih dilihat orang maka dirinya tetap akan diperebutkan. Oleh sebab itu, tidak terlalu jauh dari kerajaannya, Lala Bunte meminta kepada pengikutnya untuk berhenti. Dalam perhentiannya itu Lala Bunte meminta kepada pengikutnya untuk membuat timbunan batu dan tanah. Timbunan tersebut dibentuk menyerupai bukit. Di tengah-tengah timbunan tersebut terdapat ruangan yang ditempati oleh Lala Bunte bersama pengikutnya. Di puncak timbunan tersebut dibuatkan lubang dengan maksud agar Lala Bunte dan pengikutnya yang ada didalam timbunan itu dapat bernafas. Salah seorang pengikutnya berada di luar timbunan itu untuk menjemput makanan dari istana kerajaan guna keperluan Lala Bunte. Satu Bulan lamanya Lala Bunte di dalam timbunan tanah dan batu yang menyerupai bukit itu menerima makanan yang diantarkan oleh pengikutnya. Pada suatu saat setelah itu, Lala Bunte dan pengikutnya yang di dalam sudah tidak lagi muncul untuk menerima pasokan makanan. Pelayan yang betugas memasukkan makanan itu berfikir tentunya Lala Bunte beserta pengikutnya yang ada di dalam timbunan tanah dan batu itu telah meninggal. Oleh pelayanan yang ada di luar, akhirnya lubang yang ada di puncak bukit tersebut ditutup dan dibuatkan kuburan di atasnya. Sampai sekarang kuburan tersebut dapat dilihat tepat di atas sebuah bukit kira-kira 5 km dari Desa Pemasar Kecamatan Plampang. Pernah dua kali kuburannya ingin dibongkar oleh orang yang mengharap dapat mengambil emas-emas yang dibawa Lala Bunte beserta pengikutnya akan tetapi selalu gagal. Mereka yang mencoba untuk mengambilnya selalu berhadapan dengan peristiwa alam yang keras seperti hujan lebat, kilat, dan petir yang menyambar debu yang beterbangan dan berbagai peristiwa alam yang menyeramkan. Sumber: www.sumbawakab.go.id 3. Mendengar berita tentang Lala Bunte banyaklah putra-putra raja bahkan raja-raja yang ingin melamar untuk dapat mempersunting Lala Bunte. Cermatilah kalimat tersebut. Apakah kalimat tersebut efektif? Jelaskan.

1

0.0

Jawaban terverifikasi