Febrin D

22 September 2024 00:47

Febrin D

22 September 2024 00:47

Pertanyaan

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

03

:

39

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Khaulani N

13 Januari 2025 13:27

Jawaban terverifikasi

<p>Kelompok ekstremisme berkekerasan yang merupakan pecahan dari Darul Islam pimpinan S.M. Kartosuwiryo. NII KW-9 melakukan perekrutan dan pengumpulan dana dengan cara penipuan dan eksploitasi.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Serangan teror</strong></p><p>Serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremisme kekerasan merupakan ancaman bagi keamanan Indonesia. Beberapa contoh serangan teror di Indonesia adalah:&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Kedutaan Besar Filipina pada 1 Agustus&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Bursa Efek Jakarta pada 13 September&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Rangkaian bom malam Natal di sejumlah wilayah di Indonesia pada 24 Desember 2000&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Ekstremisme adalah tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk mendukung aksi terorisme. Ekstremisme bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena bertentangan dengan sifat ketuhanan yang tidak boleh memaksakan kehendak.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Kelompok ekstremisme berkekerasan yang merupakan pecahan dari Darul Islam pimpinan S.M. Kartosuwiryo. NII KW-9 melakukan perekrutan dan pengumpulan dana dengan cara penipuan dan eksploitasi. 

 

Serangan teror

Serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremisme kekerasan merupakan ancaman bagi keamanan Indonesia. Beberapa contoh serangan teror di Indonesia adalah: 

 

  • Bom di Kedutaan Besar Filipina pada 1 Agustus 

 

  • Bom di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000 

 

  • Bom di Bursa Efek Jakarta pada 13 September 

 

  • Rangkaian bom malam Natal di sejumlah wilayah di Indonesia pada 24 Desember 2000 

 

Ekstremisme adalah tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk mendukung aksi terorisme. Ekstremisme bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena bertentangan dengan sifat ketuhanan yang tidak boleh memaksakan kehendak. 

 


Rendi R

Community

22 September 2024 22:44

<p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:</p><p><strong>Akunabilitas</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi (Orde Baru)</strong>: Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih bertanggung jawab kepada rakyat melalui parlemen dan media.</li></ul><p><strong>Rotasi Kekuasaan</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Tidak ada rotasi kekuasaan yang efektif. Suharto menjabat sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun dengan mekanisme pemilu yang penuh manipulasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Rotasi kekuasaan berlangsung secara reguler setiap lima tahun dengan pemilu yang lebih bebas dan adil. Pemilu presiden diadakan langsung oleh rakyat, sehingga tidak ada satu orang atau partai yang memonopoli kekuasaan.</li></ul><p><strong>Pola Rekrutmen Politik</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Rekrutmen politik sangat terpusat, dengan Golkar sebagai partai dominan yang selalu menang dalam pemilu. Partai-partai politik lainnya ditekan, dan oposisi hampir tidak ada.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Pola rekrutmen politik lebih terbuka. Banyak partai politik baru bermunculan, dan masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih luas dalam proses politik. Oposisi politik juga lebih diakui.</li></ul><p><strong>Pelaksanaan Pemilu</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Pemilu dianggap sebagai formalitas, dengan hasil yang sudah bisa diprediksi dan penuh manipulasi. Partai Golkar selalu memenangkan pemilu.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Pemilu dilaksanakan secara lebih demokratis dengan sistem pemilu langsung untuk memilih presiden, DPR, dan kepala daerah. Pengawasan pemilu juga lebih ketat untuk memastikan hasil yang transparan dan jujur.</li></ul><p><strong>Pemenuhan Hak-hak Dasar Warga Negara</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Hak-hak dasar warga negara, seperti kebebasan berpendapat, pers, dan berkumpul, sangat dibatasi. Pembatasan dan represi terhadap hak-hak politik dan sipil sangat ketat.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Hak-hak dasar warga negara lebih dihargai. Kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berekspresi meningkat secara signifikan, serta masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk mengawasi pemerintah.</li></ul><p>Untuk membuat infografik, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Canva, PowerPoint, atau aplikasi desain grafis lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat infografik:</p><ol><li><strong>Tentukan Tema dan Desain</strong>: Pilih tema yang sesuai dan tata letak yang menarik, dengan membedakan dua periode: Pra-Reformasi dan Pasca-Reformasi.</li><li><strong>Susun Data</strong>: Tempatkan lima indikator (Akunabilitas, Rotasi Kekuasaan, Pola Rekrutmen Politik, Pelaksanaan Pemilu, Pemenuhan Hak-hak Dasar) dalam kolom atau diagram untuk setiap periode.</li><li><strong>Tambahkan Visualisasi</strong>: Gunakan ikon atau grafik sederhana yang mewakili setiap indikator, misalnya ikon pemilu untuk Pelaksanaan Pemilu atau ikon hak untuk Hak-hak Warga Negara.</li><li><strong>Simpulkan dalam Bentuk Poin-Poin</strong>: Jelaskan secara singkat tetapi jelas perbedaan pada setiap indikator antara era pra-reformasi dan pasca-reformasi.</li></ol><p>Semoga ini membantu! Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.</p><p>4o</p><p>You said:</p><p>kata-2 "Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya." gak usah ada di text</p><p>&nbsp;</p><p>ChatGPT said:</p><p>ChatGPT</p><p>Berikut adalah penjelasan tanpa kalimat yang Anda sebutkan:</p><p>Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:</p><ol><li><strong>Akunabilitas</strong><ul><li><strong>Pra-Reformasi (Orde Baru)</strong>: Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih</li></ul></li></ol><p>4o</p><p>You said:</p><p>Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia</p><p>&nbsp;</p><p>ChatGPT said:</p><p>ChatGPT</p><p>Berikut adalah tiga kasus ekstremisme yang pernah terjadi di Indonesia beserta penjelasannya:</p><p>1. <strong>Bom Bali I (2002)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Serangan bom ini terjadi pada 12 Oktober 2002 di dua tempat di Kuta, Bali, yaitu Paddy's Pub dan Sari Club. Serangan ini merupakan salah satu tindakan terorisme terbesar di Indonesia, dengan total korban jiwa mencapai 202 orang, sebagian besar di antaranya adalah wisatawan asing. Kelompok ekstremis yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Jemaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Tujuan kelompok JI adalah untuk mendirikan kekhalifahan Islam di Asia Tenggara, dan serangan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pemerintah Indonesia serta menghantam kepentingan Barat.</li></ul><p>2. <strong>Kasus Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (2009)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Pada 17 Juli 2009, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Serangan ini menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pelaku adalah kelompok yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah dan dipimpin oleh Noordin M. Top, seorang tokoh penting dalam jaringan ekstremis di Asia Tenggara.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Serangan ini didorong oleh kebencian terhadap Barat dan tujuan kelompok ekstremis untuk menciptakan kekacauan di Indonesia guna memperlemah pengaruh Barat dan mempromosikan ideologi mereka.</li></ul><p>3. <strong>Serangan Sarinah (2016)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Serangan ini terjadi pada 14 Januari 2016 di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang melibatkan bom dan baku tembak antara teroris dan aparat keamanan. Serangan tersebut menewaskan 8 orang, termasuk pelaku, dan melukai puluhan lainnya.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Serangan ini merupakan bagian dari kampanye global ISIS untuk menebar teror dan mendirikan kekhalifahan Islam melalui tindakan kekerasan dan radikalisasi.</li></ul><p>Ketiga kasus di atas merupakan contoh nyata dari tindakan ekstremisme yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan, mengguncang stabilitas politik, dan memaksakan ideologi radikal. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi terorisme, termasuk pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta kerjasama internasional untuk menangkal aksi terorisme.</p>

 

Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:

Akunabilitas

  • Pra-Reformasi (Orde Baru): Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.
  • Pasca-Reformasi: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih bertanggung jawab kepada rakyat melalui parlemen dan media.

Rotasi Kekuasaan

  • Pra-Reformasi: Tidak ada rotasi kekuasaan yang efektif. Suharto menjabat sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun dengan mekanisme pemilu yang penuh manipulasi.
  • Pasca-Reformasi: Rotasi kekuasaan berlangsung secara reguler setiap lima tahun dengan pemilu yang lebih bebas dan adil. Pemilu presiden diadakan langsung oleh rakyat, sehingga tidak ada satu orang atau partai yang memonopoli kekuasaan.

Pola Rekrutmen Politik

  • Pra-Reformasi: Rekrutmen politik sangat terpusat, dengan Golkar sebagai partai dominan yang selalu menang dalam pemilu. Partai-partai politik lainnya ditekan, dan oposisi hampir tidak ada.
  • Pasca-Reformasi: Pola rekrutmen politik lebih terbuka. Banyak partai politik baru bermunculan, dan masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih luas dalam proses politik. Oposisi politik juga lebih diakui.

Pelaksanaan Pemilu

  • Pra-Reformasi: Pemilu dianggap sebagai formalitas, dengan hasil yang sudah bisa diprediksi dan penuh manipulasi. Partai Golkar selalu memenangkan pemilu.
  • Pasca-Reformasi: Pemilu dilaksanakan secara lebih demokratis dengan sistem pemilu langsung untuk memilih presiden, DPR, dan kepala daerah. Pengawasan pemilu juga lebih ketat untuk memastikan hasil yang transparan dan jujur.

Pemenuhan Hak-hak Dasar Warga Negara

  • Pra-Reformasi: Hak-hak dasar warga negara, seperti kebebasan berpendapat, pers, dan berkumpul, sangat dibatasi. Pembatasan dan represi terhadap hak-hak politik dan sipil sangat ketat.
  • Pasca-Reformasi: Hak-hak dasar warga negara lebih dihargai. Kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berekspresi meningkat secara signifikan, serta masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk mengawasi pemerintah.

Untuk membuat infografik, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Canva, PowerPoint, atau aplikasi desain grafis lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat infografik:

  1. Tentukan Tema dan Desain: Pilih tema yang sesuai dan tata letak yang menarik, dengan membedakan dua periode: Pra-Reformasi dan Pasca-Reformasi.
  2. Susun Data: Tempatkan lima indikator (Akunabilitas, Rotasi Kekuasaan, Pola Rekrutmen Politik, Pelaksanaan Pemilu, Pemenuhan Hak-hak Dasar) dalam kolom atau diagram untuk setiap periode.
  3. Tambahkan Visualisasi: Gunakan ikon atau grafik sederhana yang mewakili setiap indikator, misalnya ikon pemilu untuk Pelaksanaan Pemilu atau ikon hak untuk Hak-hak Warga Negara.
  4. Simpulkan dalam Bentuk Poin-Poin: Jelaskan secara singkat tetapi jelas perbedaan pada setiap indikator antara era pra-reformasi dan pasca-reformasi.

Semoga ini membantu! Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

4o

You said:

kata-2 "Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya." gak usah ada di text

 

ChatGPT said:

ChatGPT

Berikut adalah penjelasan tanpa kalimat yang Anda sebutkan:

Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:

  1. Akunabilitas
    • Pra-Reformasi (Orde Baru): Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.
    • Pasca-Reformasi: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih

4o

You said:

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

 

ChatGPT said:

ChatGPT

Berikut adalah tiga kasus ekstremisme yang pernah terjadi di Indonesia beserta penjelasannya:

1. Bom Bali I (2002)

  • Penjelasan: Serangan bom ini terjadi pada 12 Oktober 2002 di dua tempat di Kuta, Bali, yaitu Paddy's Pub dan Sari Club. Serangan ini merupakan salah satu tindakan terorisme terbesar di Indonesia, dengan total korban jiwa mencapai 202 orang, sebagian besar di antaranya adalah wisatawan asing. Kelompok ekstremis yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Jemaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
  • Motif Ekstremisme: Tujuan kelompok JI adalah untuk mendirikan kekhalifahan Islam di Asia Tenggara, dan serangan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pemerintah Indonesia serta menghantam kepentingan Barat.

2. Kasus Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (2009)

  • Penjelasan: Pada 17 Juli 2009, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Serangan ini menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pelaku adalah kelompok yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah dan dipimpin oleh Noordin M. Top, seorang tokoh penting dalam jaringan ekstremis di Asia Tenggara.
  • Motif Ekstremisme: Serangan ini didorong oleh kebencian terhadap Barat dan tujuan kelompok ekstremis untuk menciptakan kekacauan di Indonesia guna memperlemah pengaruh Barat dan mempromosikan ideologi mereka.

3. Serangan Sarinah (2016)

  • Penjelasan: Serangan ini terjadi pada 14 Januari 2016 di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang melibatkan bom dan baku tembak antara teroris dan aparat keamanan. Serangan tersebut menewaskan 8 orang, termasuk pelaku, dan melukai puluhan lainnya.
  • Motif Ekstremisme: Serangan ini merupakan bagian dari kampanye global ISIS untuk menebar teror dan mendirikan kekhalifahan Islam melalui tindakan kekerasan dan radikalisasi.

Ketiga kasus di atas merupakan contoh nyata dari tindakan ekstremisme yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan, mengguncang stabilitas politik, dan memaksakan ideologi radikal. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi terorisme, termasuk pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta kerjasama internasional untuk menangkal aksi terorisme.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

24

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

3

5.0

Jawaban terverifikasi