Febrin D

22 September 2024 00:47

Febrin D

22 September 2024 00:47

Pertanyaan

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

13

:

54

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Khaulani N

13 Januari 2025 13:27

Jawaban terverifikasi

<p>Kelompok ekstremisme berkekerasan yang merupakan pecahan dari Darul Islam pimpinan S.M. Kartosuwiryo. NII KW-9 melakukan perekrutan dan pengumpulan dana dengan cara penipuan dan eksploitasi.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Serangan teror</strong></p><p>Serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremisme kekerasan merupakan ancaman bagi keamanan Indonesia. Beberapa contoh serangan teror di Indonesia adalah:&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Kedutaan Besar Filipina pada 1 Agustus&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Bom di Bursa Efek Jakarta pada 13 September&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Rangkaian bom malam Natal di sejumlah wilayah di Indonesia pada 24 Desember 2000&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Ekstremisme adalah tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk mendukung aksi terorisme. Ekstremisme bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena bertentangan dengan sifat ketuhanan yang tidak boleh memaksakan kehendak.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Kelompok ekstremisme berkekerasan yang merupakan pecahan dari Darul Islam pimpinan S.M. Kartosuwiryo. NII KW-9 melakukan perekrutan dan pengumpulan dana dengan cara penipuan dan eksploitasi. 

 

Serangan teror

Serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremisme kekerasan merupakan ancaman bagi keamanan Indonesia. Beberapa contoh serangan teror di Indonesia adalah: 

 

  • Bom di Kedutaan Besar Filipina pada 1 Agustus 

 

  • Bom di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000 

 

  • Bom di Bursa Efek Jakarta pada 13 September 

 

  • Rangkaian bom malam Natal di sejumlah wilayah di Indonesia pada 24 Desember 2000 

 

Ekstremisme adalah tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk mendukung aksi terorisme. Ekstremisme bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena bertentangan dengan sifat ketuhanan yang tidak boleh memaksakan kehendak. 

 


Rendi R

Community

22 September 2024 22:44

<p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:</p><p><strong>Akunabilitas</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi (Orde Baru)</strong>: Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih bertanggung jawab kepada rakyat melalui parlemen dan media.</li></ul><p><strong>Rotasi Kekuasaan</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Tidak ada rotasi kekuasaan yang efektif. Suharto menjabat sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun dengan mekanisme pemilu yang penuh manipulasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Rotasi kekuasaan berlangsung secara reguler setiap lima tahun dengan pemilu yang lebih bebas dan adil. Pemilu presiden diadakan langsung oleh rakyat, sehingga tidak ada satu orang atau partai yang memonopoli kekuasaan.</li></ul><p><strong>Pola Rekrutmen Politik</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Rekrutmen politik sangat terpusat, dengan Golkar sebagai partai dominan yang selalu menang dalam pemilu. Partai-partai politik lainnya ditekan, dan oposisi hampir tidak ada.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Pola rekrutmen politik lebih terbuka. Banyak partai politik baru bermunculan, dan masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih luas dalam proses politik. Oposisi politik juga lebih diakui.</li></ul><p><strong>Pelaksanaan Pemilu</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Pemilu dianggap sebagai formalitas, dengan hasil yang sudah bisa diprediksi dan penuh manipulasi. Partai Golkar selalu memenangkan pemilu.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Pemilu dilaksanakan secara lebih demokratis dengan sistem pemilu langsung untuk memilih presiden, DPR, dan kepala daerah. Pengawasan pemilu juga lebih ketat untuk memastikan hasil yang transparan dan jujur.</li></ul><p><strong>Pemenuhan Hak-hak Dasar Warga Negara</strong></p><ul><li><strong>Pra-Reformasi</strong>: Hak-hak dasar warga negara, seperti kebebasan berpendapat, pers, dan berkumpul, sangat dibatasi. Pembatasan dan represi terhadap hak-hak politik dan sipil sangat ketat.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Hak-hak dasar warga negara lebih dihargai. Kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berekspresi meningkat secara signifikan, serta masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk mengawasi pemerintah.</li></ul><p>Untuk membuat infografik, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Canva, PowerPoint, atau aplikasi desain grafis lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat infografik:</p><ol><li><strong>Tentukan Tema dan Desain</strong>: Pilih tema yang sesuai dan tata letak yang menarik, dengan membedakan dua periode: Pra-Reformasi dan Pasca-Reformasi.</li><li><strong>Susun Data</strong>: Tempatkan lima indikator (Akunabilitas, Rotasi Kekuasaan, Pola Rekrutmen Politik, Pelaksanaan Pemilu, Pemenuhan Hak-hak Dasar) dalam kolom atau diagram untuk setiap periode.</li><li><strong>Tambahkan Visualisasi</strong>: Gunakan ikon atau grafik sederhana yang mewakili setiap indikator, misalnya ikon pemilu untuk Pelaksanaan Pemilu atau ikon hak untuk Hak-hak Warga Negara.</li><li><strong>Simpulkan dalam Bentuk Poin-Poin</strong>: Jelaskan secara singkat tetapi jelas perbedaan pada setiap indikator antara era pra-reformasi dan pasca-reformasi.</li></ol><p>Semoga ini membantu! Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.</p><p>4o</p><p>You said:</p><p>kata-2 "Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya." gak usah ada di text</p><p>&nbsp;</p><p>ChatGPT said:</p><p>ChatGPT</p><p>Berikut adalah penjelasan tanpa kalimat yang Anda sebutkan:</p><p>Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:</p><ol><li><strong>Akunabilitas</strong><ul><li><strong>Pra-Reformasi (Orde Baru)</strong>: Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.</li><li><strong>Pasca-Reformasi</strong>: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih</li></ul></li></ol><p>4o</p><p>You said:</p><p>Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia</p><p>&nbsp;</p><p>ChatGPT said:</p><p>ChatGPT</p><p>Berikut adalah tiga kasus ekstremisme yang pernah terjadi di Indonesia beserta penjelasannya:</p><p>1. <strong>Bom Bali I (2002)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Serangan bom ini terjadi pada 12 Oktober 2002 di dua tempat di Kuta, Bali, yaitu Paddy's Pub dan Sari Club. Serangan ini merupakan salah satu tindakan terorisme terbesar di Indonesia, dengan total korban jiwa mencapai 202 orang, sebagian besar di antaranya adalah wisatawan asing. Kelompok ekstremis yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Jemaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Tujuan kelompok JI adalah untuk mendirikan kekhalifahan Islam di Asia Tenggara, dan serangan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pemerintah Indonesia serta menghantam kepentingan Barat.</li></ul><p>2. <strong>Kasus Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (2009)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Pada 17 Juli 2009, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Serangan ini menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pelaku adalah kelompok yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah dan dipimpin oleh Noordin M. Top, seorang tokoh penting dalam jaringan ekstremis di Asia Tenggara.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Serangan ini didorong oleh kebencian terhadap Barat dan tujuan kelompok ekstremis untuk menciptakan kekacauan di Indonesia guna memperlemah pengaruh Barat dan mempromosikan ideologi mereka.</li></ul><p>3. <strong>Serangan Sarinah (2016)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Serangan ini terjadi pada 14 Januari 2016 di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang melibatkan bom dan baku tembak antara teroris dan aparat keamanan. Serangan tersebut menewaskan 8 orang, termasuk pelaku, dan melukai puluhan lainnya.</li><li><strong>Motif Ekstremisme</strong>: Serangan ini merupakan bagian dari kampanye global ISIS untuk menebar teror dan mendirikan kekhalifahan Islam melalui tindakan kekerasan dan radikalisasi.</li></ul><p>Ketiga kasus di atas merupakan contoh nyata dari tindakan ekstremisme yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan, mengguncang stabilitas politik, dan memaksakan ideologi radikal. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi terorisme, termasuk pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta kerjasama internasional untuk menangkal aksi terorisme.</p>

 

Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:

Akunabilitas

  • Pra-Reformasi (Orde Baru): Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.
  • Pasca-Reformasi: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih bertanggung jawab kepada rakyat melalui parlemen dan media.

Rotasi Kekuasaan

  • Pra-Reformasi: Tidak ada rotasi kekuasaan yang efektif. Suharto menjabat sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun dengan mekanisme pemilu yang penuh manipulasi.
  • Pasca-Reformasi: Rotasi kekuasaan berlangsung secara reguler setiap lima tahun dengan pemilu yang lebih bebas dan adil. Pemilu presiden diadakan langsung oleh rakyat, sehingga tidak ada satu orang atau partai yang memonopoli kekuasaan.

Pola Rekrutmen Politik

  • Pra-Reformasi: Rekrutmen politik sangat terpusat, dengan Golkar sebagai partai dominan yang selalu menang dalam pemilu. Partai-partai politik lainnya ditekan, dan oposisi hampir tidak ada.
  • Pasca-Reformasi: Pola rekrutmen politik lebih terbuka. Banyak partai politik baru bermunculan, dan masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih luas dalam proses politik. Oposisi politik juga lebih diakui.

Pelaksanaan Pemilu

  • Pra-Reformasi: Pemilu dianggap sebagai formalitas, dengan hasil yang sudah bisa diprediksi dan penuh manipulasi. Partai Golkar selalu memenangkan pemilu.
  • Pasca-Reformasi: Pemilu dilaksanakan secara lebih demokratis dengan sistem pemilu langsung untuk memilih presiden, DPR, dan kepala daerah. Pengawasan pemilu juga lebih ketat untuk memastikan hasil yang transparan dan jujur.

Pemenuhan Hak-hak Dasar Warga Negara

  • Pra-Reformasi: Hak-hak dasar warga negara, seperti kebebasan berpendapat, pers, dan berkumpul, sangat dibatasi. Pembatasan dan represi terhadap hak-hak politik dan sipil sangat ketat.
  • Pasca-Reformasi: Hak-hak dasar warga negara lebih dihargai. Kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berekspresi meningkat secara signifikan, serta masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk mengawasi pemerintah.

Untuk membuat infografik, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Canva, PowerPoint, atau aplikasi desain grafis lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat infografik:

  1. Tentukan Tema dan Desain: Pilih tema yang sesuai dan tata letak yang menarik, dengan membedakan dua periode: Pra-Reformasi dan Pasca-Reformasi.
  2. Susun Data: Tempatkan lima indikator (Akunabilitas, Rotasi Kekuasaan, Pola Rekrutmen Politik, Pelaksanaan Pemilu, Pemenuhan Hak-hak Dasar) dalam kolom atau diagram untuk setiap periode.
  3. Tambahkan Visualisasi: Gunakan ikon atau grafik sederhana yang mewakili setiap indikator, misalnya ikon pemilu untuk Pelaksanaan Pemilu atau ikon hak untuk Hak-hak Warga Negara.
  4. Simpulkan dalam Bentuk Poin-Poin: Jelaskan secara singkat tetapi jelas perbedaan pada setiap indikator antara era pra-reformasi dan pasca-reformasi.

Semoga ini membantu! Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

4o

You said:

kata-2 "Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya." gak usah ada di text

 

ChatGPT said:

ChatGPT

Berikut adalah penjelasan tanpa kalimat yang Anda sebutkan:

Berdasarkan gambar yang Anda unggah, tampaknya Anda diminta untuk membuat infografik yang membandingkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah era reformasi dengan menggunakan lima indikator negara demokrasi. Berikut penjelasan tentang masing-masing indikator dalam konteks perbandingan demokrasi di Indonesia sebelum dan sesudah reformasi:

  1. Akunabilitas
    • Pra-Reformasi (Orde Baru): Akuntabilitas pemerintahan sangat rendah. Presiden Suharto memiliki kekuasaan yang sangat besar dan hampir tidak ada transparansi dalam pemerintahan. Kritik terhadap pemerintah sangat dibatasi.
    • Pasca-Reformasi: Setelah reformasi, terjadi peningkatan akuntabilitas dengan adanya lembaga-lembaga pengawas, pers yang lebih bebas, dan keterbukaan informasi publik. Pemerintah lebih

4o

You said:

Sebutkan dan jelaskan 3 kasus ekstremisme di Indonesia

 

ChatGPT said:

ChatGPT

Berikut adalah tiga kasus ekstremisme yang pernah terjadi di Indonesia beserta penjelasannya:

1. Bom Bali I (2002)

  • Penjelasan: Serangan bom ini terjadi pada 12 Oktober 2002 di dua tempat di Kuta, Bali, yaitu Paddy's Pub dan Sari Club. Serangan ini merupakan salah satu tindakan terorisme terbesar di Indonesia, dengan total korban jiwa mencapai 202 orang, sebagian besar di antaranya adalah wisatawan asing. Kelompok ekstremis yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Jemaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
  • Motif Ekstremisme: Tujuan kelompok JI adalah untuk mendirikan kekhalifahan Islam di Asia Tenggara, dan serangan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi pemerintah Indonesia serta menghantam kepentingan Barat.

2. Kasus Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (2009)

  • Penjelasan: Pada 17 Juli 2009, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Serangan ini menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pelaku adalah kelompok yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah dan dipimpin oleh Noordin M. Top, seorang tokoh penting dalam jaringan ekstremis di Asia Tenggara.
  • Motif Ekstremisme: Serangan ini didorong oleh kebencian terhadap Barat dan tujuan kelompok ekstremis untuk menciptakan kekacauan di Indonesia guna memperlemah pengaruh Barat dan mempromosikan ideologi mereka.

3. Serangan Sarinah (2016)

  • Penjelasan: Serangan ini terjadi pada 14 Januari 2016 di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang melibatkan bom dan baku tembak antara teroris dan aparat keamanan. Serangan tersebut menewaskan 8 orang, termasuk pelaku, dan melukai puluhan lainnya.
  • Motif Ekstremisme: Serangan ini merupakan bagian dari kampanye global ISIS untuk menebar teror dan mendirikan kekhalifahan Islam melalui tindakan kekerasan dan radikalisasi.

Ketiga kasus di atas merupakan contoh nyata dari tindakan ekstremisme yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan, mengguncang stabilitas politik, dan memaksakan ideologi radikal. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi terorisme, termasuk pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta kerjasama internasional untuk menangkal aksi terorisme.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

18

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi