Melinda R

30 November 2024 13:14

Melinda R

30 November 2024 13:14

Pertanyaan

Sebutkan strategi untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis!

Sebutkan strategi untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

58

:

55

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Sumber W

Community

30 November 2024 16:20

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis Pancasila, seluruh warga negara dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh nilai praksis Pancasila yang dapat diterapkan :</p><ul><li>Menghormati hak-hak dan kewajiban orang lain</li><li>Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi manusia</li><li>Tidak membeda-bedakan suku, ras, bangsa, dan agama</li><li>Mengembangkan sikap peduli dan tolong menolong terhadap setiap orang</li><li>Menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan dalam interaksi sehari-hari</li><li>Mempraktikkan kejujuran dalam segala tindakan</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Pancasila mengandung tiga nilai, yaitu nilai dasar, instrumental, dan praksis :</p><ul><li>Nilai dasar adalah hakikat dari kelima sila Pancasila</li><li>Nilai instrumental adalah penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar Pancasila</li><li>Nilai praksis adalah perwujudan dari nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari</li></ul>

Untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis Pancasila, seluruh warga negara dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh nilai praksis Pancasila yang dapat diterapkan :

  • Menghormati hak-hak dan kewajiban orang lain
  • Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi manusia
  • Tidak membeda-bedakan suku, ras, bangsa, dan agama
  • Mengembangkan sikap peduli dan tolong menolong terhadap setiap orang
  • Menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan dalam interaksi sehari-hari
  • Mempraktikkan kejujuran dalam segala tindakan

 

Pancasila mengandung tiga nilai, yaitu nilai dasar, instrumental, dan praksis :

  • Nilai dasar adalah hakikat dari kelima sila Pancasila
  • Nilai instrumental adalah penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar Pancasila
  • Nilai praksis adalah perwujudan dari nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari

Sintiya N

01 Desember 2024 07:35

Untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis, kita dapat melakukan beberapa strategi, seperti: 1. Menanamkan nilai-nilai Pancasila di sekolah: Nilai-nilai Pancasila perlu terinternalisasi dengan baik dalam kurikulum pendidikan nasional. 2. Menyebarkan nilai-nilai positif: Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan konten positif yang berkaitan dengan Pancasila. 3. Menangkal berita hoaks: Aktif dalam menangkal berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa. 4. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila: Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara: Menggelorakan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai persatuan bangsa. 6. Menegakkan hukum: Pemerintah harus menegakkan aturan hukum demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Rendi R

Community

04 Desember 2024 00:33

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk menjaga konsistensi antara <strong>nilai dasar, instrumental, dan praksis</strong>, berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan:</p><p><strong>1. Memahami dan Menginternalisasi Nilai Dasar</strong></p><ul><li><strong>Nilai dasar</strong> adalah prinsip fundamental yang menjadi pedoman utama, seperti Pancasila bagi bangsa Indonesia.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Edukasi berkelanjutan mengenai nilai-nilai dasar melalui pendidikan formal, informal, dan nonformal.</li><li>Membiasakan refleksi diri untuk memahami pentingnya nilai-nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari.</li><li>Menggunakan tokoh panutan atau role model yang konsisten menerapkan nilai-nilai dasar dalam tindakan mereka.</li></ul></li></ul><p><strong>2. Mengembangkan Kebijakan dan Aturan (Nilai Instrumental)</strong></p><ul><li><strong>Nilai instrumental</strong> adalah pedoman pelaksanaan nilai dasar dalam bentuk aturan, norma, atau kebijakan.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Menyusun kebijakan yang sejalan dengan nilai dasar, misalnya peraturan pemerintah yang mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.</li><li>Melibatkan berbagai pihak dalam pembuatan aturan untuk memastikan kebijakan mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.</li><li>Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan agar tetap sesuai dengan prinsip nilai dasar.</li></ul></li></ul><p><strong>3. Melakukan Implementasi Nilai dalam Kehidupan Nyata (Nilai Praksis)</strong></p><ul><li><strong>Nilai praksis</strong> adalah penerapan nilai dasar dan instrumental dalam kehidupan sehari-hari.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Memberikan contoh nyata penerapan nilai dasar dalam kehidupan masyarakat, seperti gotong royong atau toleransi.</li><li>Mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan nilai praksis, misalnya melalui kegiatan sosial, budaya, atau komunitas.</li><li>Mengintegrasikan nilai dasar dalam aktivitas sehari-hari, seperti menerapkan keadilan dalam pekerjaan atau menghormati hak-hak orang lain.</li></ul></li></ul><p><strong>4. Konsistensi melalui Pendidikan dan Pelatihan</strong></p><ul><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Menanamkan pendidikan karakter yang mengedepankan harmoni antara nilai dasar, instrumental, dan praksis.</li><li>Menyelenggarakan pelatihan khusus untuk pejabat, pemimpin masyarakat, dan generasi muda agar memahami pentingnya keselarasan nilai-nilai tersebut.</li></ul></li></ul><p><strong>5. Pengawasan dan Penegakan Hukum</strong></p><ul><li>Menjaga konsistensi memerlukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan nilai instrumental.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Menguatkan lembaga pengawasan yang bertugas memastikan kebijakan berjalan sesuai nilai dasar.</li><li>Menindak tegas pelanggaran aturan yang bertentangan dengan nilai dasar.</li></ul></li></ul><p><strong>6. Membangun Kesadaran Publik</strong></p><ul><li>Konsistensi nilai juga bergantung pada dukungan masyarakat luas.</li><li><strong>Strategi:</strong><ul><li>Melakukan kampanye atau sosialisasi nilai dasar dalam kehidupan sosial dan budaya.</li><li>Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada individu/kelompok yang konsisten menjaga harmoni antara nilai dasar, instrumental, dan praksis.</li></ul></li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Strategi menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis membutuhkan pemahaman mendalam, implementasi nyata, penegakan aturan, serta keterlibatan semua pihak. Hal ini memastikan nilai-nilai yang menjadi pedoman tetap relevan dan diterapkan secara nyata dalam kehidupan.</p>

Untuk menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis, berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan:

1. Memahami dan Menginternalisasi Nilai Dasar

  • Nilai dasar adalah prinsip fundamental yang menjadi pedoman utama, seperti Pancasila bagi bangsa Indonesia.
  • Strategi:
    • Edukasi berkelanjutan mengenai nilai-nilai dasar melalui pendidikan formal, informal, dan nonformal.
    • Membiasakan refleksi diri untuk memahami pentingnya nilai-nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari.
    • Menggunakan tokoh panutan atau role model yang konsisten menerapkan nilai-nilai dasar dalam tindakan mereka.

2. Mengembangkan Kebijakan dan Aturan (Nilai Instrumental)

  • Nilai instrumental adalah pedoman pelaksanaan nilai dasar dalam bentuk aturan, norma, atau kebijakan.
  • Strategi:
    • Menyusun kebijakan yang sejalan dengan nilai dasar, misalnya peraturan pemerintah yang mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.
    • Melibatkan berbagai pihak dalam pembuatan aturan untuk memastikan kebijakan mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
    • Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan agar tetap sesuai dengan prinsip nilai dasar.

3. Melakukan Implementasi Nilai dalam Kehidupan Nyata (Nilai Praksis)

  • Nilai praksis adalah penerapan nilai dasar dan instrumental dalam kehidupan sehari-hari.
  • Strategi:
    • Memberikan contoh nyata penerapan nilai dasar dalam kehidupan masyarakat, seperti gotong royong atau toleransi.
    • Mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan nilai praksis, misalnya melalui kegiatan sosial, budaya, atau komunitas.
    • Mengintegrasikan nilai dasar dalam aktivitas sehari-hari, seperti menerapkan keadilan dalam pekerjaan atau menghormati hak-hak orang lain.

4. Konsistensi melalui Pendidikan dan Pelatihan

  • Strategi:
    • Menanamkan pendidikan karakter yang mengedepankan harmoni antara nilai dasar, instrumental, dan praksis.
    • Menyelenggarakan pelatihan khusus untuk pejabat, pemimpin masyarakat, dan generasi muda agar memahami pentingnya keselarasan nilai-nilai tersebut.

5. Pengawasan dan Penegakan Hukum

  • Menjaga konsistensi memerlukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan nilai instrumental.
  • Strategi:
    • Menguatkan lembaga pengawasan yang bertugas memastikan kebijakan berjalan sesuai nilai dasar.
    • Menindak tegas pelanggaran aturan yang bertentangan dengan nilai dasar.

6. Membangun Kesadaran Publik

  • Konsistensi nilai juga bergantung pada dukungan masyarakat luas.
  • Strategi:
    • Melakukan kampanye atau sosialisasi nilai dasar dalam kehidupan sosial dan budaya.
    • Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada individu/kelompok yang konsisten menjaga harmoni antara nilai dasar, instrumental, dan praksis.

Kesimpulan:

Strategi menjaga konsistensi antara nilai dasar, instrumental, dan praksis membutuhkan pemahaman mendalam, implementasi nyata, penegakan aturan, serta keterlibatan semua pihak. Hal ini memastikan nilai-nilai yang menjadi pedoman tetap relevan dan diterapkan secara nyata dalam kehidupan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tolong dijawab

1

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

2

5.0

Jawaban terverifikasi