Angelica M

06 April 2024 15:31

Angelica M

06 April 2024 15:31

Pertanyaan

Bagaimana pola curah hujan di Indonesia? Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhinya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

11

:

55

Klaim

9

2

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

07 April 2024 05:28

Jawaban terverifikasi

<p>Pola curah hujan di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk topografi, iklim, dan angin monsun. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pola curah hujan di Indonesia:</p><p><strong>Topografi:</strong> Topografi Indonesia yang sangat beragam, terdiri dari pegunungan, dataran rendah, lembah, dan pulau-pulau, memainkan peran penting dalam pola curah hujan. Daerah dengan topografi bergelombang atau berbukit-bukit cenderung menerima curah hujan yang lebih tinggi karena udara yang lembap dipaksa naik ketika bertemu dengan pegunungan, sehingga menyebabkan pendinginan udara dan pembentukan awan hujan.</p><p><strong>Pengaruh Angin Musim:</strong> Indonesia memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson. Musim hujan biasanya terjadi antara bulan November hingga Maret, ketika angin muson barat membawa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia. Musim kemarau, di sisi lain, terjadi antara bulan April hingga Oktober, ketika angin muson timur membawa udara kering dari benua Australia.</p><p><strong>Perlintasan Garis Khatulistiwa:</strong> Indonesia terletak di sepanjang Garis Khatulistiwa, yang membagi wilayahnya menjadi dua belahan bumi. Wilayah yang berada di belahan selatan Garis Khatulistiwa cenderung memiliki curah hujan yang lebih tinggi karena menerima lebih banyak paparan sinar matahari dan memiliki suhu yang lebih hangat, sehingga meningkatkan penguapan air dan pembentukan awan hujan.</p><p><strong>Pengaruh Samudra dan Lautan:</strong> Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memiliki peran penting dalam memengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Perbedaan suhu permukaan laut antara wilayah-wilayah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dapat menyebabkan perbedaan dalam pola angin dan distribusi awan hujan, mempengaruhi curah hujan di wilayah-wilayah tertentu.</p><p><strong>Perubahan Iklim Global:</strong> Perubahan iklim global juga dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia dengan menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut, perubahan pola angin, dan intensitas fenomena cuaca ekstrem seperti El Niño dan La Niña.</p>

Pola curah hujan di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk topografi, iklim, dan angin monsun. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pola curah hujan di Indonesia:

Topografi: Topografi Indonesia yang sangat beragam, terdiri dari pegunungan, dataran rendah, lembah, dan pulau-pulau, memainkan peran penting dalam pola curah hujan. Daerah dengan topografi bergelombang atau berbukit-bukit cenderung menerima curah hujan yang lebih tinggi karena udara yang lembap dipaksa naik ketika bertemu dengan pegunungan, sehingga menyebabkan pendinginan udara dan pembentukan awan hujan.

Pengaruh Angin Musim: Indonesia memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson. Musim hujan biasanya terjadi antara bulan November hingga Maret, ketika angin muson barat membawa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia. Musim kemarau, di sisi lain, terjadi antara bulan April hingga Oktober, ketika angin muson timur membawa udara kering dari benua Australia.

Perlintasan Garis Khatulistiwa: Indonesia terletak di sepanjang Garis Khatulistiwa, yang membagi wilayahnya menjadi dua belahan bumi. Wilayah yang berada di belahan selatan Garis Khatulistiwa cenderung memiliki curah hujan yang lebih tinggi karena menerima lebih banyak paparan sinar matahari dan memiliki suhu yang lebih hangat, sehingga meningkatkan penguapan air dan pembentukan awan hujan.

Pengaruh Samudra dan Lautan: Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memiliki peran penting dalam memengaruhi pola curah hujan di Indonesia. Perbedaan suhu permukaan laut antara wilayah-wilayah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dapat menyebabkan perbedaan dalam pola angin dan distribusi awan hujan, mempengaruhi curah hujan di wilayah-wilayah tertentu.

Perubahan Iklim Global: Perubahan iklim global juga dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia dengan menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut, perubahan pola angin, dan intensitas fenomena cuaca ekstrem seperti El Niño dan La Niña.


Sumber W

Community

07 April 2024 16:30

Jawaban terverifikasi

<p>Pola curah hujan di wilayah Indonesia pada umumnya dibagi menjadi 3, yaitu: <strong>pola hujan Monsoon</strong>, <strong>pola hujan Ekuatorial</strong>, dan <strong>pola hujan Lokal</strong>.</p><p>&nbsp;</p><p>Faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia :</p><p><strong>Garis lintang</strong></p><p>Indonesia berada dekat dengan garis khatulistiwa, yang merupakan daerah dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi. Hal ini menyebabkan suhu udara di Indonesia cukup tinggi, sehingga memicu penguapan air dari permukaan laut dan daratan. Uap air yang terbentuk kemudian naik ke atas dan mengalami kondensasi menjadi awan. Awan yang mengandung banyak air ini lalu menurunkan hujan di Indonesia. Semakin dekat dengan garis khatulistiwa, semakin tinggi pula curah hujannya.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Ketinggian tempat</strong></p><p>Indonesia memiliki berbagai macam bentang alam, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan yang tinggi. Ketinggian tempat mempengaruhi suhu udara, yaitu semakin tinggi tempat, semakin rendah suhu udaranya. Suhu udara yang rendah menyebabkan udara menjadi lebih padat dan turun ke bawah, sedangkan udara yang hangat menjadi lebih ringan dan naik ke atas. Udara yang naik ini membawa uap air yang kemudian menjadi awan dan hujan. Oleh karena itu, daerah dataran tinggi cenderung memiliki curah hujan yang lebih tinggi daripada daerah dataran rendah.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Jarak dari sumber air</strong></p><p>Indonesia dikelilingi oleh lautan yang luas, yaitu Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Laut Cina Selatan. Lautan merupakan sumber utama penguapan air yang membentuk awan dan hujan. Semakin dekat dengan lautan, semakin tinggi pula curah hujannya. Sebaliknya, semakin jauh dari lautan, semakin rendah curah hujannya. Hal ini karena uap air yang terbawa oleh angin akan menurun sebelum mencapai daerah pedalaman124.</p><p><strong>Arah angin</strong></p><p>Indonesia berada di bawah pengaruh dua jenis angin musiman, yaitu angin monsun barat dan angin monsun timur. Angin monsun barat bertiup dari arah barat laut ke tenggara pada bulan Oktober hingga April. Angin ini membawa uap air dari Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, yang kemudian menimbulkan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Angin monsun timur bertiup dari arah tenggara ke barat laut pada bulan April hingga Oktober. Angin ini membawa udara kering dari benua Australia, yang menyebabkan musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia. Arah angin ini juga dipengaruhi oleh letak pegunungan di Indonesia, yang dapat menghalangi atau mengubah arah angin.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Suhu daratan dan suhu lautan</strong></p><p>Indonesia memiliki perbedaan suhu antara daratan dan lautan yang cukup besar. Suhu daratan cenderung lebih tinggi daripada suhu lautan, karena daratan lebih mudah menyerap dan melepaskan panas daripada lautan. Perbedaan suhu ini menyebabkan perbedaan tekanan udara, yang mengakibatkan angin bertiup dari daerah bertekanan rendah (lautan) ke daerah bertekanan tinggi (daratan). Angin ini membawa uap air yang kemudian menjadi awan dan hujan di daratan. Perbedaan suhu ini juga berpengaruh terhadap fenomena El Nino dan La Nina, yang merupakan variasi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. El Nino menyebabkan suhu permukaan laut meningkat, sehingga mengurangi penguapan air dan mengakibatkan kekeringan di Indonesia. La Nina menyebabkan suhu permukaan laut menurun, sehingga meningkatkan penguapan air dan mengakibatkan banjir di Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Luas daratan</strong></p><p>Indonesia memiliki luas daratan yang relatif kecil dibandingkan dengan luas lautan yang mengelilinginya. Luas daratan mempengaruhi curah hujan, karena daratan lebih mudah memantulkan panas matahari daripada lautan. Hal ini menyebabkan udara di atas daratan menjadi lebih hangat dan naik ke atas, membentuk awan dan hujan. Sebaliknya, udara di atas lautan menjadi lebih dingin dan turun ke bawah, menghambat pembentukan awan dan hujan. Oleh karena itu, daerah yang memiliki luas daratan yang besar cenderung memiliki curah hujan yang rendah, sedangkan daerah yang memiliki luas daratan yang kecil cenderung memiliki curah hujan yang tinggi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Garis lintang</strong></p><p>Indonesia memiliki letak lintang yang beragam, mulai dari 6° LU hingga 11° LS. Garis lintang mempengaruhi curah hujan, karena garis lintang menentukan posisi matahari terhadap bumi. Semakin tinggi garis lintang, semakin rendah pula intensitas radiasi matahari yang diterima. Hal ini menyebabkan suhu udara menjadi lebih rendah, sehingga mengurangi penguapan air dan pembentukan awan dan hujan. Sebaliknya, semakin rendah garis lintang, semakin tinggi pula intensitas radiasi matahari yang diterima. Hal ini menyebabkan suhu udara menjadi lebih tinggi, sehingga meningkatkan penguapan air dan pembentukan awan dan hujan</p>

Pola curah hujan di wilayah Indonesia pada umumnya dibagi menjadi 3, yaitu: pola hujan Monsoon, pola hujan Ekuatorial, dan pola hujan Lokal.

 

Faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia :

Garis lintang

Indonesia berada dekat dengan garis khatulistiwa, yang merupakan daerah dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi. Hal ini menyebabkan suhu udara di Indonesia cukup tinggi, sehingga memicu penguapan air dari permukaan laut dan daratan. Uap air yang terbentuk kemudian naik ke atas dan mengalami kondensasi menjadi awan. Awan yang mengandung banyak air ini lalu menurunkan hujan di Indonesia. Semakin dekat dengan garis khatulistiwa, semakin tinggi pula curah hujannya.

 

Ketinggian tempat

Indonesia memiliki berbagai macam bentang alam, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan yang tinggi. Ketinggian tempat mempengaruhi suhu udara, yaitu semakin tinggi tempat, semakin rendah suhu udaranya. Suhu udara yang rendah menyebabkan udara menjadi lebih padat dan turun ke bawah, sedangkan udara yang hangat menjadi lebih ringan dan naik ke atas. Udara yang naik ini membawa uap air yang kemudian menjadi awan dan hujan. Oleh karena itu, daerah dataran tinggi cenderung memiliki curah hujan yang lebih tinggi daripada daerah dataran rendah.

 

Jarak dari sumber air

Indonesia dikelilingi oleh lautan yang luas, yaitu Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Laut Cina Selatan. Lautan merupakan sumber utama penguapan air yang membentuk awan dan hujan. Semakin dekat dengan lautan, semakin tinggi pula curah hujannya. Sebaliknya, semakin jauh dari lautan, semakin rendah curah hujannya. Hal ini karena uap air yang terbawa oleh angin akan menurun sebelum mencapai daerah pedalaman124.

Arah angin

Indonesia berada di bawah pengaruh dua jenis angin musiman, yaitu angin monsun barat dan angin monsun timur. Angin monsun barat bertiup dari arah barat laut ke tenggara pada bulan Oktober hingga April. Angin ini membawa uap air dari Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, yang kemudian menimbulkan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Angin monsun timur bertiup dari arah tenggara ke barat laut pada bulan April hingga Oktober. Angin ini membawa udara kering dari benua Australia, yang menyebabkan musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia. Arah angin ini juga dipengaruhi oleh letak pegunungan di Indonesia, yang dapat menghalangi atau mengubah arah angin.

 

Suhu daratan dan suhu lautan

Indonesia memiliki perbedaan suhu antara daratan dan lautan yang cukup besar. Suhu daratan cenderung lebih tinggi daripada suhu lautan, karena daratan lebih mudah menyerap dan melepaskan panas daripada lautan. Perbedaan suhu ini menyebabkan perbedaan tekanan udara, yang mengakibatkan angin bertiup dari daerah bertekanan rendah (lautan) ke daerah bertekanan tinggi (daratan). Angin ini membawa uap air yang kemudian menjadi awan dan hujan di daratan. Perbedaan suhu ini juga berpengaruh terhadap fenomena El Nino dan La Nina, yang merupakan variasi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. El Nino menyebabkan suhu permukaan laut meningkat, sehingga mengurangi penguapan air dan mengakibatkan kekeringan di Indonesia. La Nina menyebabkan suhu permukaan laut menurun, sehingga meningkatkan penguapan air dan mengakibatkan banjir di Indonesia.

 

Luas daratan

Indonesia memiliki luas daratan yang relatif kecil dibandingkan dengan luas lautan yang mengelilinginya. Luas daratan mempengaruhi curah hujan, karena daratan lebih mudah memantulkan panas matahari daripada lautan. Hal ini menyebabkan udara di atas daratan menjadi lebih hangat dan naik ke atas, membentuk awan dan hujan. Sebaliknya, udara di atas lautan menjadi lebih dingin dan turun ke bawah, menghambat pembentukan awan dan hujan. Oleh karena itu, daerah yang memiliki luas daratan yang besar cenderung memiliki curah hujan yang rendah, sedangkan daerah yang memiliki luas daratan yang kecil cenderung memiliki curah hujan yang tinggi.

 

Garis lintang

Indonesia memiliki letak lintang yang beragam, mulai dari 6° LU hingga 11° LS. Garis lintang mempengaruhi curah hujan, karena garis lintang menentukan posisi matahari terhadap bumi. Semakin tinggi garis lintang, semakin rendah pula intensitas radiasi matahari yang diterima. Hal ini menyebabkan suhu udara menjadi lebih rendah, sehingga mengurangi penguapan air dan pembentukan awan dan hujan. Sebaliknya, semakin rendah garis lintang, semakin tinggi pula intensitas radiasi matahari yang diterima. Hal ini menyebabkan suhu udara menjadi lebih tinggi, sehingga meningkatkan penguapan air dan pembentukan awan dan hujan


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Berdasarkan gambar di atas, jelaskan aliran energi yang terjadi pada rantai makanan kolam tersebut!

2

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi