Vanessa A

12 Mei 2024 06:38

Vanessa A

12 Mei 2024 06:38

Pertanyaan

jelaskan kehidupan sosial, politik dan ekonomi kerajaan Ternate

jelaskan kehidupan sosial, politik dan ekonomi kerajaan Ternate

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

38

:

40

Klaim

61

3

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

12 Mei 2024 10:05

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Ternate, yang terletak di Kepulauan Maluku Utara Indonesia, memiliki sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Ternate:</p><p><strong>Kehidupan Sosial dan Budaya</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Ternate memiliki budaya yang kaya dan beragam, dengan pengaruh dari berbagai bangsa dan budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore dan Kerajaan Bacan.</li><li>Masyarakat Ternate dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi. Tradisi-tradisi ini sering kali masih dipertahankan hingga saat ini dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ternate.</li><li>Seni dan musik tradisional juga merupakan bagian integral dari kehidupan budaya di Ternate, termasuk tarian tradisional, seni ukir, dan musik seperti tifa dan gambus.</li></ul><p><strong>Kehidupan Politik</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan atau raja yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Ternate memiliki peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.</li><li>Sistem politik Ternate juga mencakup struktur administratif yang kompleks, dengan adanya pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan politik.</li></ul><p><strong>Kehidupan Ekonomi</strong>:</p><ul><li>Ekonomi Ternate sangat didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Ternate merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.</li><li>Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Ternate juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.</li><li>Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Ternate. Masyarakat Ternate terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik, yang menjadi sumber pendapatan tambahan.</li></ul>

Kerajaan Ternate, yang terletak di Kepulauan Maluku Utara Indonesia, memiliki sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Ternate:

Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Kerajaan Ternate memiliki budaya yang kaya dan beragam, dengan pengaruh dari berbagai bangsa dan budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore dan Kerajaan Bacan.
  • Masyarakat Ternate dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi. Tradisi-tradisi ini sering kali masih dipertahankan hingga saat ini dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ternate.
  • Seni dan musik tradisional juga merupakan bagian integral dari kehidupan budaya di Ternate, termasuk tarian tradisional, seni ukir, dan musik seperti tifa dan gambus.

Kehidupan Politik:

  • Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan atau raja yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Ternate memiliki peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.
  • Sistem politik Ternate juga mencakup struktur administratif yang kompleks, dengan adanya pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan politik.

Kehidupan Ekonomi:

  • Ekonomi Ternate sangat didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Ternate merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.
  • Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Ternate juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.
  • Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Ternate. Masyarakat Ternate terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik, yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

13 Mei 2024 04:25

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Kesultanan Ternate memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari Sultan sebagai kepala negara dan pemerintahan, yang dibantu oleh para pejabat tinggi seperti Wazir (Perdana Menteri), Sangaji (Gubernur), Bobato (Menteri), dan Kapita Laut (Laksamana). Sistem ekonomi kesultanan ternate dari perdagangan rempah-rempah Simak penjelasannya yuk,. Kerajaan Ternate mengalami perkembangan pesat sekitar abad ke-15 Masehi. Pada bidang pelayaran serta perdagangan, Kerajaan Ternate mengalami berbagai banyak kemajuan. Hal itu didorong dengan keberadaan rempah-rempah. Adapun masa kejayaan Kerajaan Ternate berada di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah, setelah dirinya berhasil mengalahkan bangsa Portugis. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Ternate mampu memperluas wilayah kekuasaannya di kawasan Maluku, Sulawesi Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga ke selatan Kepulauan Filipina. Sayangnya, Kerajaan Ternate mulai mengalami kemunduran ketika Sulatan Baabullah wafat di tahun 1583 Masehi. Hal ini disusul dengan serangan dari Spanyol dan kemunculan VOC. Alhasil, Kerajaan Ternate pun mulai mengalami kegoyahan. Dengan demikian, jawabannya Jawabannya adalah Kesultanan Ternate memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari Sultan sebagai kepala negara dan pemerintahan, yang dibantu oleh para pejabat tinggi seperti Wazir (Perdana Menteri), Sangaji (Gubernur), Bobato (Menteri), dan Kapita Laut (Laksamana). Sistem ekonomi kesultanan ternate dari perdagangan rempah-rempah


Salsabila M

Community

14 Mei 2024 00:41

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Ternate, seperti Kerajaan Tidore, adalah salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah kepulauan Maluku, khususnya pada masa lampau. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di Kerajaan Ternate mencerminkan sistem pemerintahan, struktur sosial, serta aktivitas ekonomi yang kaya dan beragam. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kehidupan di Kerajaan Ternate:</p><p><strong>1. Kehidupan Sosial dan Budaya:</strong></p><ul><li><strong>Struktur Sosial</strong>: Masyarakat Ternate terbagi dalam beberapa kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata. Bangsawan dan keluarga kerajaan menduduki posisi puncak dalam hierarki sosial.</li><li><strong>Agama dan Budaya</strong>: Mayoritas penduduk Ternate menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh agama Hindu-Buddha dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Budaya Ternate kaya akan tradisi musik, tarian, seni kerajinan, dan upacara adat yang unik.</li></ul><p><strong>2. Kehidupan Politik:</strong></p><ul><li><strong>Sistem Pemerintahan</strong>: Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi. Sultan dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.</li><li><strong>Hubungan dengan Kerajaan Lain</strong>: Kerajaan Ternate terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa. Persaingan dan persekutuan antar kerajaan sering terjadi dalam upaya memperluas wilayah dan pengaruh politik.</li></ul><p><strong>3. Kehidupan Ekonomi:</strong></p><ul><li><strong>Pertanian</strong>: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Ternate, dengan budidaya padi, jagung, dan tanaman rempah-rempah seperti cengkih dan pala sebagai komoditas utama.</li><li><strong>Perdagangan</strong>: Ternate terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Ternate sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.</li><li><strong>Industri Kerajinan</strong>: Masyarakat Ternate juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.</li></ul><p><strong>Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:</strong></p><ul><li>Banyak situs arkeologi di Ternate, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Ternate pada masa lalu.</li><li>Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Ternate.</li></ul>

Kerajaan Ternate, seperti Kerajaan Tidore, adalah salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah kepulauan Maluku, khususnya pada masa lampau. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di Kerajaan Ternate mencerminkan sistem pemerintahan, struktur sosial, serta aktivitas ekonomi yang kaya dan beragam. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kehidupan di Kerajaan Ternate:

1. Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Struktur Sosial: Masyarakat Ternate terbagi dalam beberapa kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata. Bangsawan dan keluarga kerajaan menduduki posisi puncak dalam hierarki sosial.
  • Agama dan Budaya: Mayoritas penduduk Ternate menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh agama Hindu-Buddha dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Budaya Ternate kaya akan tradisi musik, tarian, seni kerajinan, dan upacara adat yang unik.

2. Kehidupan Politik:

  • Sistem Pemerintahan: Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi. Sultan dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.
  • Hubungan dengan Kerajaan Lain: Kerajaan Ternate terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa. Persaingan dan persekutuan antar kerajaan sering terjadi dalam upaya memperluas wilayah dan pengaruh politik.

3. Kehidupan Ekonomi:

  • Pertanian: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Ternate, dengan budidaya padi, jagung, dan tanaman rempah-rempah seperti cengkih dan pala sebagai komoditas utama.
  • Perdagangan: Ternate terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Ternate sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.
  • Industri Kerajinan: Masyarakat Ternate juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.

Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:

  • Banyak situs arkeologi di Ternate, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Ternate pada masa lalu.
  • Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Ternate.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

34

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

30

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

16

5.0

Jawaban terverifikasi