Ipul I

19 Juni 2024 02:34

Ipul I

19 Juni 2024 02:34

Pertanyaan

menurut Soejono soekarto nilai sebagai konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk yang dianut di dalam masyarakat perikan pendapat terhadap pemahaman tersebut

menurut Soejono soekarto nilai sebagai konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk yang dianut di dalam masyarakat perikan pendapat terhadap pemahaman tersebut

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

47

:

44

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

19 Juni 2024 02:53

Jawaban terverifikasi

<p>Menurut Soejono Soekarto, nilai-nilai merupakan konsep abstrak yang terkait dengan pandangan manusia tentang apa yang dianggap baik dan buruk dalam konteks masyarakat. Pemahaman terhadap nilai-nilai ini dapat bervariasi secara signifikan antara budaya, agama, dan kelompok sosial. Berikut adalah beberapa poin yang dapat diambil dari pandangannya:</p><p><strong>Subjektivitas Nilai</strong>: Nilai-nilai adalah konsep yang subjektif karena dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, agama, pengalaman personal, dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tempat individu tersebut hidup.</p><p><strong>Pentingnya Konteks Sosial</strong>: Nilai-nilai tidak hanya dipahami secara individual, tetapi juga terbentuk dan dipertahankan dalam konteks sosial yang lebih luas. Masyarakat memiliki norma-norma dan aturan-aturan yang mendefinisikan nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari.</p><p><strong>Peran Pendidikan dan Sosialisasi</strong>: Pendidikan dan proses sosialisasi memiliki peran penting dalam mentransmisikan nilai-nilai kepada generasi muda. Nilai-nilai ini dapat diajarkan secara eksplisit atau tersirat melalui norma-norma dan perilaku yang diterima dalam masyarakat.</p><p><strong>Perubahan Nilai dalam Masyarakat</strong>: Nilai-nilai dalam masyarakat tidak statis; mereka dapat berubah seiring waktu sebagai respons terhadap perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang terjadi dalam masyarakat.</p><p><strong>Konflik Nilai</strong>: Kadang-kadang, terjadi konflik antara nilai-nilai yang berbeda dalam masyarakat. Konflik ini dapat muncul antara generasi, antara kelompok budaya atau agama yang berbeda, atau dalam situasi di mana nilai-nilai individual bertentangan dengan norma-norma yang dianggap umum</p>

Menurut Soejono Soekarto, nilai-nilai merupakan konsep abstrak yang terkait dengan pandangan manusia tentang apa yang dianggap baik dan buruk dalam konteks masyarakat. Pemahaman terhadap nilai-nilai ini dapat bervariasi secara signifikan antara budaya, agama, dan kelompok sosial. Berikut adalah beberapa poin yang dapat diambil dari pandangannya:

Subjektivitas Nilai: Nilai-nilai adalah konsep yang subjektif karena dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, agama, pengalaman personal, dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tempat individu tersebut hidup.

Pentingnya Konteks Sosial: Nilai-nilai tidak hanya dipahami secara individual, tetapi juga terbentuk dan dipertahankan dalam konteks sosial yang lebih luas. Masyarakat memiliki norma-norma dan aturan-aturan yang mendefinisikan nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Pendidikan dan Sosialisasi: Pendidikan dan proses sosialisasi memiliki peran penting dalam mentransmisikan nilai-nilai kepada generasi muda. Nilai-nilai ini dapat diajarkan secara eksplisit atau tersirat melalui norma-norma dan perilaku yang diterima dalam masyarakat.

Perubahan Nilai dalam Masyarakat: Nilai-nilai dalam masyarakat tidak statis; mereka dapat berubah seiring waktu sebagai respons terhadap perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang terjadi dalam masyarakat.

Konflik Nilai: Kadang-kadang, terjadi konflik antara nilai-nilai yang berbeda dalam masyarakat. Konflik ini dapat muncul antara generasi, antara kelompok budaya atau agama yang berbeda, atau dalam situasi di mana nilai-nilai individual bertentangan dengan norma-norma yang dianggap umum


Kevin L

Gold

19 Juni 2024 04:05

Jawaban terverifikasi

Penjelasan: Pertanyaan ini meminta kita untuk memberikan pendapat terhadap pemahaman Soejono Soekarto tentang nilai sebagai konsep abstrak. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan nilai sebagai konsep abstrak menurut Soejono Soekarto, kemudian memberikan pendapat kita mengenai pemahaman tersebut. Soejono Soekarto memandang nilai sebagai konsep abstrak yang tertanam dalam diri manusia. Konsep ini menentukan apa yang dianggap baik dan buruk, yang kemudian dianut oleh masyarakat. Pemahaman ini menunjukkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang bersifat universal dan melekat pada manusia, namun juga dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan sosial. Untuk memberikan pendapat yang lebih detail, kita dapat membahas beberapa aspek, seperti: * **Relevansi pemahaman Soejono Soekarto:** Apakah pemahaman ini masih relevan dengan konteks zaman sekarang? Bagaimana nilai-nilai yang dianut masyarakat saat ini? * **Kekuatan dan kelemahan pemahaman:** Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pemahaman Soejono Soekarto? Apakah ada aspek yang perlu diperbaiki atau ditambahkan? * **Implikasi pemahaman:** Apa saja implikasi dari pemahaman Soejono Soekarto terhadap kehidupan manusia dan masyarakat? Bagaimana pemahaman ini dapat membantu kita memahami perilaku dan interaksi sosial? Jawaban: Soejono Soekarto memahami nilai sebagai konsep abstrak yang tertanam dalam diri manusia. Konsep ini menentukan apa yang dianggap baik dan buruk, yang kemudian dianut oleh masyarakat. Pemahaman ini menunjukkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang bersifat universal dan melekat pada manusia, namun juga dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan sosial. Pendapat saya, pemahaman Soejono Soekarto tentang nilai sebagai konsep abstrak sangat relevan dan penting. Nilai memang merupakan sesuatu yang abstrak, namun memiliki pengaruh yang nyata dalam kehidupan manusia. Nilai membentuk perilaku, moral, dan etika seseorang, serta menjadi dasar bagi interaksi sosial dalam masyarakat. Sebagai contoh, nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang merupakan nilai universal yang dianut oleh berbagai budaya di dunia. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya dan membangun kehidupan yang harmonis. Namun, perlu diingat bahwa nilai bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu dan perkembangan masyarakat. Nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat di masa lampau mungkin tidak lagi relevan dengan konteks zaman sekarang. Sebagai contoh, nilai patriarki yang pernah dianut oleh sebagian masyarakat di masa lalu kini mulai dipertanyakan dan digantikan dengan nilai kesetaraan gender. Oleh karena itu, penting untuk terus mengevaluasi dan memperbarui pemahaman kita tentang nilai agar tetap relevan dengan konteks zaman. Kita perlu memahami bagaimana nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat saat ini, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemahaman Soejono Soekarto juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah kurangnya penjelasan mengenai bagaimana nilai-nilai tersebut terbentuk dan berkembang dalam diri manusia. Pemahaman ini hanya menekankan pada aspek universalitas nilai, tanpa membahas bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi oleh individu dan masyarakat. Meskipun demikian, pemahaman Soejono Soekarto tentang nilai sebagai konsep abstrak tetap menjadi dasar yang penting untuk memahami perilaku dan interaksi sosial dalam masyarakat. Pemahaman ini dapat membantu kita memahami mengapa manusia berperilaku seperti yang mereka lakukan, serta bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk norma dan aturan dalam masyarakat. Sebagai kesimpulan, pemahaman Soejono Soekarto tentang nilai sebagai konsep abstrak memiliki relevansi dan kekuatan yang penting, namun juga memiliki beberapa kelemahan. Penting untuk terus mengevaluasi dan memperbarui pemahaman kita tentang nilai agar tetap relevan dengan konteks zaman dan dapat membantu kita memahami kehidupan manusia dan masyarakat dengan lebih baik.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kesetaraan moral mengakui bahwa setiap warga memiliki nilai yang sama, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut yang termasuk bentuk implementasi kesetaraan moral adalah .... A. pembagian sumber daya secara adil dan merata B. persamaan hak berpartisipasi dalam pemilu C. menghargai pendapat orang lain D. menerapkan hukum secara adil E. merendahkan status orang lain

13

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi