Yublina I

25 Oktober 2024 11:13

Yublina I

25 Oktober 2024 11:13

Pertanyaan

Pengambilan keputusan Untuk kasus-kasus tertentu diambil di MK dan MA sedangkan dalam syarat pengambilan keputusan harus kolektif. Pertanyaanya kolektifan dari pengambilan keputusan tersebut dimana?

Pengambilan keputusan Untuk kasus-kasus tertentu diambil di MK dan MA sedangkan dalam syarat pengambilan keputusan harus kolektif. Pertanyaanya kolektifan dari pengambilan keputusan tersebut dimana?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

59

:

16

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Rendi R

Community

27 Oktober 2024 04:45

Jawaban terverifikasi

<p>Pengambilan keputusan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) dilakukan secara kolektif melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara di antara para hakim. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai proses kolektif pengambilan keputusan di kedua lembaga tersebut:</p><p>1. <strong>Mahkamah Konstitusi (MK)</strong></p><p>Di MK, keputusan diambil oleh <strong>panel hakim konstitusi</strong> yang terdiri dari sembilan hakim. Dalam setiap sidang, hakim-hakim ini mendiskusikan dan mempertimbangkan argumen, bukti, dan pendapat hukum mengenai kasus yang sedang ditangani.</p><ul><li><strong>Musyawarah dan Pemungutan Suara</strong>: Setelah melalui proses persidangan, para hakim melakukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan tidak tercapai melalui musyawarah, maka dilakukan pemungutan suara.</li><li><strong>Keputusan Kolektif dan Terikat</strong>: Keputusan akhir yang dihasilkan mewakili pandangan kolektif majelis hakim, meskipun mungkin ada perbedaan pendapat. Hakim yang tidak setuju tetap terikat pada keputusan yang diambil secara mayoritas, dan keputusan ini akan mengikat dan berlaku final.</li><li><strong>Dissenting Opinion</strong>: Jika ada hakim yang tidak setuju dengan putusan mayoritas, mereka dapat mengajukan <i>dissenting opinion</i> atau pendapat berbeda, yang kemudian dicantumkan dalam putusan sebagai bagian dari transparansi.</li></ul><p>2. <strong>Mahkamah Agung (MA)</strong></p><p>Di MA, kasus-kasus juga ditangani oleh majelis hakim yang jumlahnya tergantung pada jenis kasus, misalnya, tiga atau lebih hakim agung.</p><ul><li><strong>Majelis Hakim</strong>: Setiap kasus ditangani oleh majelis hakim yang mempertimbangkan fakta, bukti, dan argumen dari semua pihak. Dalam majelis ini, keputusan yang diambil dianggap sebagai keputusan bersama yang mengikat.</li><li><strong>Musyawarah Majelis</strong>: Majelis hakim bermusyawarah untuk mencapai keputusan bersama. Jika musyawarah tidak mencapai mufakat, dilakukan pemungutan suara. Mayoritas suara yang diambil oleh para hakim dalam majelis ini menjadi keputusan akhir.</li><li><strong>Kolektifitas dan Kewajiban Mentaati</strong>: Seperti di MK, jika ada hakim yang tidak setuju, mereka tetap harus menghormati keputusan kolektif yang diambil oleh mayoritas, meskipun mereka dapat memberikan pendapat berbeda (<i>dissenting opinion</i>).</li></ul><p>Inti Kolektifitas dalam Pengambilan Keputusan</p><p>Kolektifitas dalam pengambilan keputusan di MK dan MA terletak pada beberapa aspek berikut:</p><ul><li><strong>Musyawarah Bersama</strong>: Semua hakim yang terlibat dalam kasus berkontribusi melalui musyawarah dan diskusi.</li><li><strong>Keputusan Berdasarkan Mayoritas</strong>: Keputusan dibuat berdasarkan suara terbanyak dalam majelis, mencerminkan pandangan kolektif majelis, bukan pandangan individu hakim.</li><li><strong>Keterikatan pada Putusan</strong>: Semua hakim dalam majelis, meskipun tidak sepakat secara pribadi, harus menghormati dan menjalankan putusan yang telah diambil bersama.</li></ul><p>Dengan demikian, kolektifitas pengambilan keputusan ini memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan merupakan hasil dari proses bersama, dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dari seluruh hakim di majelis.</p>

Pengambilan keputusan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) dilakukan secara kolektif melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara di antara para hakim. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai proses kolektif pengambilan keputusan di kedua lembaga tersebut:

1. Mahkamah Konstitusi (MK)

Di MK, keputusan diambil oleh panel hakim konstitusi yang terdiri dari sembilan hakim. Dalam setiap sidang, hakim-hakim ini mendiskusikan dan mempertimbangkan argumen, bukti, dan pendapat hukum mengenai kasus yang sedang ditangani.

  • Musyawarah dan Pemungutan Suara: Setelah melalui proses persidangan, para hakim melakukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan tidak tercapai melalui musyawarah, maka dilakukan pemungutan suara.
  • Keputusan Kolektif dan Terikat: Keputusan akhir yang dihasilkan mewakili pandangan kolektif majelis hakim, meskipun mungkin ada perbedaan pendapat. Hakim yang tidak setuju tetap terikat pada keputusan yang diambil secara mayoritas, dan keputusan ini akan mengikat dan berlaku final.
  • Dissenting Opinion: Jika ada hakim yang tidak setuju dengan putusan mayoritas, mereka dapat mengajukan dissenting opinion atau pendapat berbeda, yang kemudian dicantumkan dalam putusan sebagai bagian dari transparansi.

2. Mahkamah Agung (MA)

Di MA, kasus-kasus juga ditangani oleh majelis hakim yang jumlahnya tergantung pada jenis kasus, misalnya, tiga atau lebih hakim agung.

  • Majelis Hakim: Setiap kasus ditangani oleh majelis hakim yang mempertimbangkan fakta, bukti, dan argumen dari semua pihak. Dalam majelis ini, keputusan yang diambil dianggap sebagai keputusan bersama yang mengikat.
  • Musyawarah Majelis: Majelis hakim bermusyawarah untuk mencapai keputusan bersama. Jika musyawarah tidak mencapai mufakat, dilakukan pemungutan suara. Mayoritas suara yang diambil oleh para hakim dalam majelis ini menjadi keputusan akhir.
  • Kolektifitas dan Kewajiban Mentaati: Seperti di MK, jika ada hakim yang tidak setuju, mereka tetap harus menghormati keputusan kolektif yang diambil oleh mayoritas, meskipun mereka dapat memberikan pendapat berbeda (dissenting opinion).

Inti Kolektifitas dalam Pengambilan Keputusan

Kolektifitas dalam pengambilan keputusan di MK dan MA terletak pada beberapa aspek berikut:

  • Musyawarah Bersama: Semua hakim yang terlibat dalam kasus berkontribusi melalui musyawarah dan diskusi.
  • Keputusan Berdasarkan Mayoritas: Keputusan dibuat berdasarkan suara terbanyak dalam majelis, mencerminkan pandangan kolektif majelis, bukan pandangan individu hakim.
  • Keterikatan pada Putusan: Semua hakim dalam majelis, meskipun tidak sepakat secara pribadi, harus menghormati dan menjalankan putusan yang telah diambil bersama.

Dengan demikian, kolektifitas pengambilan keputusan ini memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan merupakan hasil dari proses bersama, dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dari seluruh hakim di majelis.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

5

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

22

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

2

5.0

Jawaban terverifikasi