Aurora A

22 Juli 2024 04:45

Aurora A

22 Juli 2024 04:45

Pertanyaan

Sebutkan hasil kebudayaan Kesenian , Upacara Keagamaan , dan Rumah Adat di Indonesia dan kaitannya dengan kondisi geografis Indonesia

Sebutkan hasil kebudayaan Kesenian, Upacara Keagamaan, dan Rumah Adat di Indonesia dan kaitannya dengan kondisi geografis Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

56

:

05

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

22 Juli 2024 09:17

Jawaban terverifikasi

Hasil Kebudayaan Indonesia dan Kaitannya dengan Kondisi Geografis Kesenian * Tari Saman (Aceh): Tari Saman merupakan tarian tradisional masyarakat Gayo di Aceh yang menggambarkan kekompakan dan kebersamaan. Tarian ini ditampilkan secara berkelompok dengan gerakan yang teratur dan kompak. Kondisi geografis Aceh yang sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan mendorong masyarakatnya untuk bekerja sama dan saling membantu dalam berbagai hal, termasuk dalam kegiatan kesenian. * Gamelan (Jawa dan Bali): Gamelan merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari berbagai jenis logam, seperti gong, bonang, slenthem, dan kendang. Musik gamelan sering digunakan dalam berbagai acara adat dan keagamaan di Jawa dan Bali. Kondisi geografis Jawa dan Bali yang kaya akan sumber daya alam, seperti besi, tembaga, dan perunggu, memungkinkan masyarakatnya untuk membuat alat musik gamelan dengan kualitas yang tinggi. * Tari Kecak (Bali): Tari Kecak merupakan tarian tradisional masyarakat Bali yang menceritakan kisah Ramayana. Tarian ini ditampilkan oleh sekelompok penari laki-laki yang duduk melingkar dan menyanyikan mantra. Kondisi geografis Bali yang memiliki banyak pantai dan laut mendorong masyarakatnya untuk mengembangkan tarian yang terinspirasi dari alam, seperti tari Kecak. Upacara Keagamaan * Upacara Melasti (Bali): Upacara Melasti merupakan upacara keagamaan Hindu di Bali yang bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kotoran, baik secara fisik maupun spiritual. Upacara ini dilaksanakan di sumber air suci, seperti pantai, mata air, atau sungai. Kondisi geografis Bali yang memiliki banyak pantai dan mata air memungkinkan masyarakat Hindu di Bali untuk melaksanakan upacara Melasti dengan mudah. * Upacara Ngaben (Bali): Upacara Ngaben merupakan upacara keagamaan Hindu di Bali yang bertujuan untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam baka. Upacara ini dilaksanakan dengan cara membakar jenazah orang yang meninggal. Kondisi geografis Bali yang memiliki banyak hutan memungkinkan masyarakat Hindu di Bali untuk mendapatkan kayu bakar yang digunakan untuk membakar jenazah dalam upacara Ngaben. * Upacara Sekaten (Yogyakarta): Upacara Sekaten merupakan upacara keagamaan Islam di Yogyakarta yang dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Upacara ini dilaksanakan di halaman Masjid Agung Yogyakarta dan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Kondisi geografis Yogyakarta yang merupakan pusat kerajaan Mataram Islam di masa lampau menjadikan Yogyakarta sebagai tempat yang tepat untuk melaksanakan upacara Sekaten. Rumah Adat * Rumah Gadang (Minangkabau): Rumah Gadang merupakan rumah adat masyarakat Minangkabau yang berbentuk seperti rumah panggung. Rumah ini terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari ijuk. Kondisi geografis Minangkabau yang sebagian besar merupakan daerah perbukitan memungkinkan masyarakatnya untuk membangun rumah panggung yang lebih aman dari banjir dan hewan liar. * Rumah Honai (Papua): Rumah Honai merupakan rumah adat masyarakat Papua yang berbentuk seperti kerucut. Rumah ini terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari jerami. Kondisi geografis Papua yang memiliki iklim yang dingin dan hujan mendorong masyarakatnya untuk membangun rumah dengan atap yang tinggi agar dapat menahan air hujan dan udara dingin. * Rumah Limasan (Jawa): Rumah Limasan merupakan rumah adat masyarakat Jawa yang berbentuk seperti limas. Rumah ini terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari genting. Kondisi geografis Jawa yang memiliki iklim yang tropis mendorong masyarakatnya untuk membangun rumah dengan atap yang tinggi agar dapat memberikan ventilasi udara yang baik. Kaitan dengan Kondisi Geografis Kondisi geografis Indonesia yang beragam, mulai dari pegunungan, pantai, hingga hutan, memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil kebudayaan Indonesia. Kesenian, upacara keagamaan, dan rumah adat di Indonesia menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan kondisi geografisnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melestarikan budayanya. Contoh * Tari Saman dari Aceh yang menggambarkan kekompakan dan kebersamaan masyarakat Gayo terinspirasi dari kondisi geografis Aceh yang sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, di mana masyarakatnya harus bekerja sama dan saling membantu untuk bertahan hidup. * Upacara Melasti di Bali yang bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kotoran dapat dilaksanakan dengan mudah karena Bali memiliki banyak pantai dan mata air. * Rumah Gadang di Minangkabau yang berbentuk seperti rumah panggung dibangun untuk melindungi masyarakat dari banjir


Nanda R

Community

27 Juli 2024 08:44

Jawaban terverifikasi

<p>Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, termasuk kesenian, upacara keagamaan, dan rumah adat. Keberagaman ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis yang berbeda-beda di seluruh nusantara. Berikut adalah beberapa contoh hasil kebudayaan Indonesia dalam kategori kesenian, upacara keagamaan, dan rumah adat serta kaitannya dengan kondisi geografis:</p><p>1. Kesenian</p><p><strong>a. Kesenian Tradisional</strong></p><p><strong>Wayang Kulit (Jawa)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Pertunjukan teater bayangan menggunakan kulit yang dipotong dengan lampu di belakangnya. Biasanya dibawakan oleh dalang.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Terutama berasal dari Jawa, di mana bahan kulit sapi atau kerbau mudah didapat dan pertunjukan ini berkembang sebagai bentuk hiburan dan pendidikan di masyarakat.</li></ul><p><strong>Tari Kecak (Bali)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Tari tradisional Bali yang melibatkan kelompok pria yang duduk melingkar sambil menyanyikan "cak" dan menari, menggambarkan adegan dari epos Ramayana.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Tari ini berkembang di Bali, di mana pengaruh agama Hindu-Buddha dan kebudayaan lokal membentuk bentuk seni ini. Kondisi geografis Bali yang terisolasi membantu pelestarian tradisi ini.</li></ul><p><strong>Keroncong (Jakarta)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Musik yang berasal dari pengaruh Portugis dengan alat musik seperti ukulele dan biola, dikenal dengan melodi melankolis dan lirik yang menyentuh hati.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Keroncong berkembang di Jakarta dan sekitarnya, di mana adanya pengaruh budaya Eropa dan kemudahan akses ke alat musik berdampak pada pengembangan musik ini.</li></ul><p><strong>b. Kesenian Modern</strong></p><p><strong>Batikan (Yogyakarta)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Teknik pembuatan kain dengan pola yang dilukis menggunakan lilin panas, menghasilkan kain yang memiliki desain khas.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Berkembang di Yogyakarta, di mana batik tradisional berfungsi sebagai simbol status sosial dan sering digunakan dalam upacara adat.</li></ul><p><strong>Seni Ukir (Bali)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Seni ukir kayu atau batu dengan motif yang rumit dan sering menggambarkan dewa, dewi, atau cerita mitologi.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Bali dikenal dengan kekayaan hutan dan bahan baku yang melimpah, serta pengaruh Hindu-Buddha yang memperkaya seni ukir.</li></ul><p>2. Upacara Keagamaan</p><p><strong>a. Upacara Hindu-Bali</strong></p><p><strong>Nyepi (Bali)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Hari Raya Nyepi adalah hari perayaan Tahun Baru Saka Bali yang ditandai dengan keheningan total di pulau Bali, tanpa aktivitas.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Nyepi mencerminkan tradisi dan kepercayaan agama Hindu-Bali yang kuat, serta karakteristik pulau Bali sebagai tempat yang khusus untuk refleksi spiritual.</li></ul><p><strong>Galungan (Bali)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Festival keagamaan yang merayakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) dalam tradisi Hindu Bali.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Upacara ini terkait erat dengan siklus pertanian dan musim panen, yang penting bagi kehidupan masyarakat Bali.</li></ul><p><strong>b. Upacara Islam</strong></p><p><strong>Idul Fitri dan Idul Adha</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Perayaan besar dalam Islam, menandai akhir bulan Ramadan (Idul Fitri) dan perayaan kurban (Idul Adha).</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Perayaan ini dilakukan di seluruh Indonesia, mencerminkan keragaman budaya dan cara perayaan yang bervariasi di berbagai daerah.</li></ul><p><strong>Tahlilan (Jawa)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Upacara ritual doa bersama untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal, biasanya dilakukan setelah 7, 40, dan 100 hari kematian.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Praktik ini lebih umum di Jawa, di mana pengaruh Islam lokal dan tradisi Jawa berinteraksi.</li></ul><p>3. Rumah Adat</p><p><strong>a. Rumah Adat Tradisional</strong></p><p><strong>Rumah Gadang (Minangkabau)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Rumah adat yang memiliki atap melengkung tinggi dan dihiasi dengan ukiran, mencerminkan struktur matrilineal masyarakat Minangkabau.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Terletak di Sumatra Barat, rumah gadang dirancang untuk menyesuaikan dengan iklim tropis dan kondisi geografis pegunungan.</li></ul><p><strong>Rumah Joglo (Jawa)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Rumah adat Jawa dengan atap utama yang besar dan tiang-tiang yang mendukung struktur, sering didekorasi dengan ukiran kayu.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, rumah ini dirancang untuk menghadapi curah hujan tinggi dan suhu tropis.</li></ul><p><strong>b. Rumah Adat di Kalimantan</strong></p><p><strong>Rumah Betang (Dayak)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Rumah panjang yang dibangun di atas tiang dan dapat menampung beberapa keluarga dalam satu bangunan, mencerminkan struktur sosial Dayak.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Ditemukan di Kalimantan, rumah ini dirancang untuk melindungi penghuni dari banjir dan hewan liar serta sesuai dengan kehidupan berburu dan bertani.</li></ul><p><strong>Rumah Lamin (Dayak)</strong></p><ul><li><strong>Deskripsi:</strong> Rumah adat yang juga dibangun di atas tiang dan berfungsi sebagai tempat tinggal komunitas serta ruang pertemuan adat.</li><li><strong>Kaitan Geografis:</strong> Rumah Lamin juga terdapat di Kalimantan dan memiliki struktur yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan sosial komunitas Dayak.</li></ul>

Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, termasuk kesenian, upacara keagamaan, dan rumah adat. Keberagaman ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis yang berbeda-beda di seluruh nusantara. Berikut adalah beberapa contoh hasil kebudayaan Indonesia dalam kategori kesenian, upacara keagamaan, dan rumah adat serta kaitannya dengan kondisi geografis:

1. Kesenian

a. Kesenian Tradisional

Wayang Kulit (Jawa)

  • Deskripsi: Pertunjukan teater bayangan menggunakan kulit yang dipotong dengan lampu di belakangnya. Biasanya dibawakan oleh dalang.
  • Kaitan Geografis: Terutama berasal dari Jawa, di mana bahan kulit sapi atau kerbau mudah didapat dan pertunjukan ini berkembang sebagai bentuk hiburan dan pendidikan di masyarakat.

Tari Kecak (Bali)

  • Deskripsi: Tari tradisional Bali yang melibatkan kelompok pria yang duduk melingkar sambil menyanyikan "cak" dan menari, menggambarkan adegan dari epos Ramayana.
  • Kaitan Geografis: Tari ini berkembang di Bali, di mana pengaruh agama Hindu-Buddha dan kebudayaan lokal membentuk bentuk seni ini. Kondisi geografis Bali yang terisolasi membantu pelestarian tradisi ini.

Keroncong (Jakarta)

  • Deskripsi: Musik yang berasal dari pengaruh Portugis dengan alat musik seperti ukulele dan biola, dikenal dengan melodi melankolis dan lirik yang menyentuh hati.
  • Kaitan Geografis: Keroncong berkembang di Jakarta dan sekitarnya, di mana adanya pengaruh budaya Eropa dan kemudahan akses ke alat musik berdampak pada pengembangan musik ini.

b. Kesenian Modern

Batikan (Yogyakarta)

  • Deskripsi: Teknik pembuatan kain dengan pola yang dilukis menggunakan lilin panas, menghasilkan kain yang memiliki desain khas.
  • Kaitan Geografis: Berkembang di Yogyakarta, di mana batik tradisional berfungsi sebagai simbol status sosial dan sering digunakan dalam upacara adat.

Seni Ukir (Bali)

  • Deskripsi: Seni ukir kayu atau batu dengan motif yang rumit dan sering menggambarkan dewa, dewi, atau cerita mitologi.
  • Kaitan Geografis: Bali dikenal dengan kekayaan hutan dan bahan baku yang melimpah, serta pengaruh Hindu-Buddha yang memperkaya seni ukir.

2. Upacara Keagamaan

a. Upacara Hindu-Bali

Nyepi (Bali)

  • Deskripsi: Hari Raya Nyepi adalah hari perayaan Tahun Baru Saka Bali yang ditandai dengan keheningan total di pulau Bali, tanpa aktivitas.
  • Kaitan Geografis: Nyepi mencerminkan tradisi dan kepercayaan agama Hindu-Bali yang kuat, serta karakteristik pulau Bali sebagai tempat yang khusus untuk refleksi spiritual.

Galungan (Bali)

  • Deskripsi: Festival keagamaan yang merayakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) dalam tradisi Hindu Bali.
  • Kaitan Geografis: Upacara ini terkait erat dengan siklus pertanian dan musim panen, yang penting bagi kehidupan masyarakat Bali.

b. Upacara Islam

Idul Fitri dan Idul Adha

  • Deskripsi: Perayaan besar dalam Islam, menandai akhir bulan Ramadan (Idul Fitri) dan perayaan kurban (Idul Adha).
  • Kaitan Geografis: Perayaan ini dilakukan di seluruh Indonesia, mencerminkan keragaman budaya dan cara perayaan yang bervariasi di berbagai daerah.

Tahlilan (Jawa)

  • Deskripsi: Upacara ritual doa bersama untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal, biasanya dilakukan setelah 7, 40, dan 100 hari kematian.
  • Kaitan Geografis: Praktik ini lebih umum di Jawa, di mana pengaruh Islam lokal dan tradisi Jawa berinteraksi.

3. Rumah Adat

a. Rumah Adat Tradisional

Rumah Gadang (Minangkabau)

  • Deskripsi: Rumah adat yang memiliki atap melengkung tinggi dan dihiasi dengan ukiran, mencerminkan struktur matrilineal masyarakat Minangkabau.
  • Kaitan Geografis: Terletak di Sumatra Barat, rumah gadang dirancang untuk menyesuaikan dengan iklim tropis dan kondisi geografis pegunungan.

Rumah Joglo (Jawa)

  • Deskripsi: Rumah adat Jawa dengan atap utama yang besar dan tiang-tiang yang mendukung struktur, sering didekorasi dengan ukiran kayu.
  • Kaitan Geografis: Berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, rumah ini dirancang untuk menghadapi curah hujan tinggi dan suhu tropis.

b. Rumah Adat di Kalimantan

Rumah Betang (Dayak)

  • Deskripsi: Rumah panjang yang dibangun di atas tiang dan dapat menampung beberapa keluarga dalam satu bangunan, mencerminkan struktur sosial Dayak.
  • Kaitan Geografis: Ditemukan di Kalimantan, rumah ini dirancang untuk melindungi penghuni dari banjir dan hewan liar serta sesuai dengan kehidupan berburu dan bertani.

Rumah Lamin (Dayak)

  • Deskripsi: Rumah adat yang juga dibangun di atas tiang dan berfungsi sebagai tempat tinggal komunitas serta ruang pertemuan adat.
  • Kaitan Geografis: Rumah Lamin juga terdapat di Kalimantan dan memiliki struktur yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan sosial komunitas Dayak.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Permintaan sangat mendukung ekonomi kreatif yang dilakukan masyarakat Indonesia.Salah satu program pemerintah Indonesia untuk mendukung industri kreatif di bidang digital adalah.. a. pemberian bantuan laptop dan smartphone bagi siswa-siswa yang tidak mampu untuk membeli b. Pembangunan jaringan fiber optik Palapa Ring ,menara BTS ,dan jaringan internet di berbagai daerah c. Memasukkan mata pelajaran teknologi informasi pada kurikulum sejak dini d. Memberi bantuan UMKM dengan bunga ringan

9

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

10

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi